BAB 25 PENGENDALIAN AKUNTANSI ATAS INVESTASI

Invetasi dapat dikategorikan dalam tiga hal:

  1. Investasi sementara dalam bidang-bidang surat berharga yang mudah diperdagangkan
  2. Investasi jangka panjang dalam bidang surat-surat berharga
  3. Harta dari dana pension(ataupun investasi diluar neraca yang serupa)

Peran Controller

Tugas-tugas yang dilakukan oleh kepala bagian akuntans i (chief accounting offier)

  1. Memastikan diterapnya prinsip-prinsip akuntansi yang layak dalam menilai dan mencatat harta
  2. Memastikan diselenggarakannya catatan detail yang wajar agar supaya harta dapat dipertanggung jawabkan dengan selayaknya
  3. Memastikan dibuatnya laporan-laporan yang benar untuk mengukur unjuk kerja(performance) dan selain itu juga untuk memperoleh informasi akuntansi yang di butuhkanya guna mengawasi pengolahan harta investasi
  4. Melakuakan peninjauan yang diperlukan, untuk memastikan bahwa terdapat adanya sistem pengendalian interen yang memadai sebagai pengamanan harta perusahaan.
  5. Apabilah timbul masalah-masalah di mana analisa keuangan dapat membantu, member bantuan seperti itu kepada para manajer  yang mengolah dana investasi, jika diminta.

Surat-surat yang mudah di perdagangkan (market security)

Investasi jangka pendek atau invstasi sementara sudah dibahas dalam bab 21, dalam hubungannya dengan  pengendalian terhadap kas. Pada umumnya harta lancer ini menggambarkan penggunaan uang yang tersedia utuk memberikan penghasilan terhadap perusahaan, dengan melakukan investasi berupa piutang, persediaan barang-barang, harta tetap dan cara lain.

Pada peninjauan literature akuntansi tentang investasi surat-surat berharga jangka pendek, nampaknya ada sedikit perbedaan sikap atau ambivalensi pada akuntansi untuk harta-harta jenis ini. Bebera perusahaan membukukan surat-surat berharga dengan nilai perolehannya, ada yang membukukan dengan nilai pasaran atau variasi-variasi daripadanya, dan adapula yang mengambil yang terendah antara harga beli dan harga pasaran.

Suatu perusahaan dalam menanamkan modalnya dalam surat berharga yang mudah di perdagangkan, agar dana tadi yang menganggur  bisa dijalankan untuk memperoleh keuntungan. Kegunaan atau manfaat investasi tersebut  di ukur dari besarnya divden dan bungan yang diterima sepanjang umur investasi itu, dan dari laba atau rugi pada saat surat-surat berharga itu di jual.

Biaya investasi harus mencakup bukan saja jumlah yang dibayarkan kepada penjual tetapi juga biaya-biaya insidel pada pembelian itu, seperti komisi untuk perantara (broker) dan pajak penjualan. Kadang-kadang surat berharga di peroleh sebagai hasil pertukaran dengan siurat-surat berharga yang lain, karena adanya konsolidasi perusahaan, merger, atau penggabungan atau reorganisasi lainnya pada perusahaan di mana modal itu diitanamkan, atau sebagai akibatnya di berlakukannya hak-hak istimewa mengenai konversi, seperti yang tercantum dalam syarat-syarat penderbitan surat berharga; dalam hal ini yang dianggap biaya adalah biaya surat berharga yang diberikan sebagai penukar, disesuaikan dengan  adanya penerimaan atau pembayaran kas guna mewujudkan pertukaran itu.

Ada dua cara yang sudah lazim mengenai kalkulasi biaya penjualan sebagian dari surat berharga yang telah di terbitkan: FIFO (First- in first out) dan biaya rata-rata (average cost). Kadang-kadang dipakai juga biaya-biaya surat berharga yang bersangkutan telah di serahkan; dalam hal ini orang harus hati-hati jangan sampai hal tersebut memberikan hasil yang keliru.

Jika seluruh biaya investasi nampaknya tidak akan tertutup oleh penjualan dipasar dewasa ini, maka kegunaan investasi bagi perusahaan untuk sebagian telah dirugikan. Sudah menjadi kebiasaan bahwa dalam keadaan demikian biaya-biaya harus di nilai kemabali terhadapa harga pada saat investasi tersebut dapat di jual.

Surat berharga yang mudah di perdagangkan biasanya dibeli dengan maksud untuk di jual kembali dalam waktu yang singkat. Karena itu nilai pasarnya harus di ungkapkan supaya pembaca dapat memperkiraan jumlah yang dapat direalisasikan dari penjualanya. Controller harus senantiasa  mengingat argumentasi yang bisa diterima mengenai investasi jangka pendek, dan harus  mematuhinya dalam semua laporan keuangannya.

Investasi Jangka panjang

Investasi jangka panjang adalah merupakan penempatatan dana dengan, ataupun tanpa hak, pemilik atas harta, yang berusaha mencapai  tujuan-tujuan strategis dalam perusahaan. Investasi jangka panjang dalam surat-surat berharga pada umumnya harus dilakukan atas dasar biaya perolehan. Jika bisa diperoleh catatan harga pasar, maka catatan jumlah keselurahannya harus di ungkapkan. Investasi dalam perusahaan-perusahaan afliasi harus di pisahkan dari investasi yang lain-lain.

Investasi umum yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan bisnis meliputi saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya, hipotek, dan piutang kontrak, polis asurans jiwa pejabat-pejabat yang menunjuk perusahaan sebagai pihak penerima santunan dan dana-dana khusus untuk pembiayaan perluasan pabrik atau untuk melunasi kewajiban jangka panjang.

Nilai surat berharga yang merupakan investasi itu biasanya tidak terpengaruh oleh fluktuasi nilai pasaran. Biasanya nilai  aslinya hanya akan disesuaikan, jika terbukti nilainya merosot secara parmanen, umpamanya Karen tidak dibayarkannya bungan obligasi ataupun modal pokoknya, jika ada catatan harga di pasar, maka total harga pasarannya di ungkapkanya.

Akuntansi untuk peraturan pension

Harta dana pension tentu saja tidak dapat di jumpai pada harta perusahaan, walaupun kewajiban-kewajiban tertentu yang tidak punya dana pendukung (unfunded) harus  di ungkapkan.

Factor-faktor  yang oleh controller harus di nilai sebagai bagian dari input financial, meliputi asumsi-asumsi yang diperhitungkan dengan cermat sbb:

  1. Hasil pengambilan( return) yang diharapkan dari dana investasi
  2. Biaya-biaya administrasi
  3. Kemudian keuntungan-keuntungan di kemudian hari ( yang di nilai sekarangnya merupakan salah satu factor dalam menentukan biayanya):
    1. Tingkat kompeisasi di kemudian hari
    2. Indeks biaya hidup, jika ada
    3. Angka tingkat kematian
    4. Rata-rata batas usia pension
    5. Pergantian karyawan (berhenti dang anti baru)
    6. Hak-hak yang sudah mantap dan penentuan waktunya
    7. Jaminan social, jika terpadu dalam peraturan pension

Arus uang masuk dan uang keluar yang di perkirakan untuk beberapa tahun yang akan dating mempunya hubungan yang erat dengan kebijaksanaan investasi.

Mengola harta(kekayaan) dana pensiun

Dalam mengolah dan pension, wakil-wakil para eksekutif keuangan biasanya terdapat berbagai komite-komite yang mengarahkan kegiatan-kegiatannya.

Topic-topik yang paling penting bagi controller, maupun bagi para eksekutif keuangan lainnya dari perusahaan itu adalah:

  1. Menilai kekayaan dana
  2. Kebijaksanaan investasi
  3. Memiih manajemen keuangan (pengolah dana)
  4. Memilih badan yang di percaya (trustae)
  5. Kerjasama yang lancer dengan penasehat ahli
  6. Memenuhi persyaratan IRS(Internal Ravenue Service) semacam dirjen pajak di amerika
  7. Mengukur prestasi pelaksanaan yang dicapai
  8. Mengkomunikasikan kepada para karyawan mengenai struktur dana pension prestasi pelaksanaanya

Hal tersebut adalah sangat penting dan kadang-kadang begitu kompleks.

Laporan untuk investasi

Untuk kebanyakan perusahaan industry, kegiatan mengenai investi itu biasanya tidak terlalu banyak, dan hanya sedikit saja laporan yang dibuat. Laporan periodic kepada manajemen memperlihatkan detail-detail investasi itu nampaknya ada gunanya. Cukup di buatkan laporan yang sederhana, yang mengandung informasi berikut:

Untuk masing-masing surat berharga

Nama surat berharga tersebut

Biaya perolehannya

Nilai pasar

Hasil (yield) efektif

Dividen atau bunga yang di terima hingga sekarang

Untuk seluruh investasi

Hasil pengambilan secara keseluruhan

Nilai peroleha  dan nilai pasar