AKUNTANSII DAN HUBUNGANNYA DENGAN MANAJEMEN

TUJUAN PERUSAHAAN

Tujuan perusahaan dalam suatu perekonomian yang bersaing adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

TUGAS MANAJEMEN

Adalah tugas ;impinan untuk menentukan kebutuhan dan keinginan-keinginan para pelanggan akan barang-barang dan jasa-jasa, mengumpulkan dan mengorganisasikan sarana produksi dan distribusi untuk memenuhi keinginan-keinginan tersebut serta mengarahkan dan mengkoordinasikan sarana tersebut secara efisien.

KERUMITAN YANG DIHADAPI MENAJEMEN SEMAKIN BERTAMBAH

Struktur ekonomi kita telah menjadi sangat rumit, dan kerumitannya akan terus meningkat. Seorang manajer yang memegang komando dari suatu perusahaan modern (diibaratkan sebagai sutau kapal) harus dapat mengemduikan kapal tersebut melewati arus dan gelombang social dan politik, yang arah alirannya selalu berubah dan semakin meningkat kecepatannya.

Apabila manajer memiliki kecakapan tetapi hanya digerakkan oleh tujuan-tujuan pribadi, dia kemungkinan sekali akan menjadi seorang pembajak ekonomi dan merupakan suatu ancamn bagi seluruh kegiatan yang syah. Hanya apabila para pimpinan telah bebas dari ketidakcakapan dan ketamakan, maka baru dapat diharapkan kapal-kapal perdagangan itu akan maju dengan kecapatan sepenuhnya kea rah pelabuhan kesejahtraan ekonomi.

PENTINGNYA KEAHLIAN MANAJEMEN

Tugas pimpinan perusahaan termasuk menerapkan prinisp-prinsip manajemen yagn sehat yang harus dilaksanakan oleh tenaga-tenaga yang kompeten dan berpengalaman. Memang seharusnya ada perbaikan yang berkesinambung dalam ilmu manajemen yaitu dengan perencanaan yang lebih baik, koordinasi dan fasilitas yang lebih efisien, pengarahan dan pengendalian usaha yang lebih efektif , pengukuran dan pemberian imbalan yang lebih cermat untuk pelaksanaan, dan jaminan yang lebih besar bagi para pekerja dan investor. Pemborosan dan ketidakefisienan dari pimpinan, seperti juga ketamakan, tidak dapt ditolerir. Ringkasnya, harus terdapat suatu tingkat keahlian dan kecakapan memimpin yang tinggi serta kejujuran dalam pencapaian tujuan.

AKUNTANSI SEBAGAI SUATU ALAT BANTU BAGI PEMIMPIN

Salah satu alat yang utama bagi pimpinan dalam membuat agar usahanya produktif adalah akutansi ayng modern. Pimpinan perusahaan harus lebih banyak mengharapkan dari akuntan kepala, controller, ketimbang para pejabat lainnya, untuk memperoleh bantuan dalam mengarahkan, mengendalikan dan melindungi perusahaan.

Perusahaan dan tujuan-tujuan ekonomi nasioanl

Tujuan – tujuan pokok dari suatu system ekonomi, dapat dikatakan meliputi

  1. Melindungi system ekonomi ktia terhadap persaingan system-sistem ideology lain yang ada didunia.
  2. Suatu standar hidup ayng semakin tinggi sehubungan dengan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk sector public maupun sector swasta.
  3. Suatu tingkat kesempatan kerja yang tinggi untuk memaksimisasikan penggunaan sumber dari tenaga kerja.
  4. Akan tetapi, persaingan yang bebas dan tanpa ikatan itu perlu mempunyai kendala untuk mempertahanakan efektivitas ekonomi.
  5. Suatu laju perumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan kontinu.
  6. Memelihara kekuatan fiscal.
  7. Menekan fluktuasi-fluktuasi konjungtur dalam kegiatan ekonomi.

Proses manajemen

Pekerjaan dari seorang manajer yang professional dapat dipisahkan menjadi empat:

  1. Perencanaan (planning) : secara paling sederhana dapat diuraikan sebagai penetapan apa yang akan di lakukan, kapan akan dilakukan, dan bagaimana melakukannya.
  2. Pengorganisasian (organizing) : dapat didefinisikan secara sederhana sebagai suatu fungsi untuk mendapatkan tenaga kerja, fasilitas-fasilitas, peralatan, dan bahan-bahan yang diperlukan.
  3. Pengarahan (directing) : berhubungan dengan fungsi mengefektifkan atau mengoperasikan atau melaksanakan kegiatan perusahaan, yaitu yang menyangkut pelaksanaan.
  4. Pengukuran (measuring) : kegiatan ini berhubungan dengan pengukuran efisiensi atau efektivitas dalam menggerakkan bahan dan tenaga kerja serta sumber keuangan terhadap suatu tujuan.

Informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan perusahaan

Sistem informasi keuangan merupakan suatu metode yang teratur untuk memperoleh dan menyediakan dat keuangan yang diperlukan oleh masing-masing manajer untuk mengambil keputusan perusaah yang menjadi tanggung jawab para manajer itu.

Seharusnya jelas bahwa informasi keuangan adalah penting sekali bagi proses manajemen, dan bahw suatu metode yang ekonomis dan teratur dan bukan suatu metode yang diinginkan perusahaan. System informasi akuntansi dan keuangan harus dibangun sesuai denga kebutuhan para pemakainya, dan bukan sesuai denga wujuad computer dan cita-cita dari seorang spesialis system yang penuh dengan angan-angan.

FUNGSI CONTROLLERSHIP

HAL YANG HAKIKI BAGI FUNGSI CONTROLLERSHIP

Hal yang penting untuk pemenuhan fungsi controllership secara wajar ialah adanya suatu sikap pemikiran yang memberi semangat dan menghidupkan financial dengan menerapkannya terhadap kegiatan di masa mendatang. Ini merupakan suatu konsep yang memandang ke depan, yaitu suatu cara pendekatan analitis yang terarahyang membawakan keseimbangan bagi system perencanaan dan pengendalian manajemen.

BERBAGAI SEBUTAN UNTUK JABATAN CONTROLLER

Banyak sebitan dipergunakan untuk jabatan kepala akuntansi; akan tetapi sebutan yang paling umun dan representatif adalah controller. Tugas-tugas controller kadang-kadang dipikul oleh seorang kepala kauntnasi , manajer kantor, controller, bendaharawan, asisten bendaharawan, atau sekretaris.

PRINSIP – PRINSIP CONTROLLERSHIP BERLAKU TERHADAP SEMUA JENIS PERUSAHAAN

Salah satu rintangan terhadap perkembangan fungsi controllership adalah perasaan pada sebagian pimpinan, bahwa perusahaannya berbeda dan tidak memerlukan metode pendalian yang modern.

Fungsi controllership tidak terbatas pada perusahaan – perusahaan besar saja. Sebuah perusahaan tidak perlu terlebih dahulu menjadi perusahaan besar untuk dapat memberikan kesempatan yang luas bagi seorang controller yang cakap untuk membuktikan kegunaan dan nilainya bagi perusahaan.

FUNGSI-FUNGSI DASAR CONTROLLERSHIP

  1. Perencanaan (planning)

Menetapkan dan memelihata suatu rencan operasi yang terintegrasi sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, menganalisa, merevisi, mengkomunikasikan kepada semua tingkat manajemen serta menggunakan system-sistem dan prosedur-prosedur yang cocok.

  1. Pengendalian (control)

Mengembangkan dan merevisi norma-norma yang memuaskan sebagai ukuran pelaksanaan dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para anggota manajemen yang lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan yang sebenarnya terhadap norma standard

  1. Pelaporan (reporting)

Menyusun, menganalisa dan mengintepretasikan hasil-hasil keuangan untuk digunakan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan, mengevaluasi data dalam hubungannya dengan tujuan perusahaan dan tujuan satuan orgnisasinya.

  1. Akuntansi (accounting)

Mendisain, menetapkan dan memelihara system akuntansi keuangan dan biaya pada semua jenjang perusahaan, termasuk untuk perusahaan secara menyeluruh, per divisi, per pabrik dan per satuan, utnuk dapat mencatat secara wajar semua transaksi keuangan dalam pembukuan agar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang sehat, disertai dengan pengendalian intern yang memadai.

  1. Tanggungjawab utama lainnya

Mengelola dan mengawasi fungsi-fungsi misalnya fungsi perpajakan, termasuk seling berhadapan dengan inspeksi pajak.

STATUS ORGNIATORIS

Apapun namanya status dari ontroller harus sedemikian rupa sehingga fungsinya dapat jelas Nampak secara penuh. Controller  yang sangat cakap tidak akan mempunyai kesulitan untuk memelihara hubngan yang wajar dengan para pimpinan lain, dan sesungguhnya dia dapat menduduki suatu posisi yang nomor dua pentingnya setelah pimpinan tertinggi.

SUMBER KEWENANGAN CONTROLLER

Kewenangan dan tanggung jawab controller dapat ditetapkan menurut salah satu dari ketiga cara berikut: (1) sesuai denan ketentuan dalam anggaran rumah tangga, (2) menurut resolusi dari komisi eksekutif atau (3) menurut perintah umum dari presiden direktur

CIRI – CIRI TUGAS CONTROLLERSHIP

  1. Controller terutama merupakan seorang eksekutif staf, yang fungsi utamanya adealah mengembangkan suatu organisasi dan system perkiraan, kebijksanaan, catatan dan prosedur yang akan menyediakan data yang dapat dianalisa dan diintepretasikan oleh para pimpinan fungsional lain dalam pengambilan keputusan untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan.
  2. Meskipun tangungjawab untuk mengarahkan operasi dilimpahkan pada para pimpinan fungsional yang lain, tetapi controller harus sanggup memahami dan menjali hubungan dan masalah-masalah mereka, agar dia efektif dan dapat membantu untuk memecahkan masalahnya.
  3. Agar dapat berguna, fakta-fakta, informasi dan dat harus dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga mudah dimnegerti oleh mereka yang membutuhkannya.
  4. Controller harus memiliki kesanggupan untuk menerjemahkan fakta dan data statisitk ke dalam bentuk trens dan hubunga-hubungannya.
  5. Controller harus cermat dalam temuan dan pelaporannya; akan tetapi dia juga harus memiliki kesanggupan untuk melihat ke depan dan sanggup memberi penilaian terhadap masa yang akan datang.

KUALIFIKASI CONTROLLER

Kualifikasi controller yang efektif adalah sebagai berikut:

  1. Dasar teknis yang sangat baik dalam akuntansi dan akuntansi biya, disetai suatu pengertian dan pengetahuan yang menyeluruh mengenai prinsip-prinsip akuntansi.
  2. Pemahaman terhadap prinsip-prinsip perencanaan, pengorgnisasian dan pengendalian.
  3. Pemahaman umum mengenadi jenis industry dalam mana perusahaan tergolong dan pemahaman terhadap kekuatan social , ekonomi dan politik yang terlibat
  4. Pemahaman yang mendalam mengenai perusahaan, termasuk teknologi, produk, kebijaksanaan, tujuan sejarah organisasi dan lingkungannya.
  5. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan semua tingkat manajemen dan suatu pemahaman dasar terhadap masalah fungsional lainnya yang berhubungan dengan teknik, produksi, pembelian, hubungan masyarakat dan pemasaran.
  6. Kemampuan untuk menyatakan ide dengan jelas, secara tertulis ataupun dalam penyajian yang informative.
  7. Kemampuan menggerakkan orang-orang lain untuk mencapai tindakan dan hasil yang positif.

STRUKTUR ORGANISASI UNTUK CONTROLLERSHIP YANG EFEKTIF

Suatu organisasi yang efektif dajpat didefinisikan sebagai suatu kelompok individu yang bekerja sama mengambil tindakan-tindakan yang dapat mencapai suatu tujuan umum. Dalam membentuk suatu team akuntansi yang dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan manajemen secara tepat waktu, controller harus mempertibangkan setidak-tidaknya tiga factor berikut ini.

  1. Struktur organisasi yaitu pengelompokan yang wajar dri fungsi-fungsi untuk dapt melaksanakan tugas-tugas secara paling efektif, penetapn hubungan-hubungan yang wajar di dalam keompok yang bersangkutan dan dalam perusahaan secara keseluruhan dan menjamin adanya unsure-unsur pengendalian yang wajar.
  2. Pendelegasian tanggungjawab dan kewenangan yang wajar kepada setiap tingkat organisasi dan setiap unit.
  3. Seleksi individu-individu yang tepat untuk setiap pekerjaan.

ORGANISASI AKUNTANSI YANG DISENTRALISASIKAN VS YANG DIDESENTRALISASIKAN

Perusahaan yang mempunyai cabang-cabanglah yang terutama menghadapi masalah desentralisasi. Desentralisasi yang dimaksudkan di sini berhubungan dengan kecenderungan untuk memusatkan kewenangan yang semakin besar kepada para pejabat rendahan bidang operasi yang terletak pada lokasi-lokasi yang jauh. Tentunya jelas bahwa sentralisasi berhubungan dengan kecenderungan untuk memusatkan kewenangan pengendalian yang semakin besar pada pimpinan kantor pusat.

Terdapat mungkin lima pertimbangan yang mempengaruhi pengambilan keputusan mengenasi derajat sentralisasi pada struktur akuntansi yaitu :

  1. Filasafat manajemen mengenai tanggungjawab divisi
  2. Ketersediaan  data operasi
  3. Besarnya divisi atau unit operasi
  4. Lokasi geografis dati unit operasi
  5. Ekonomis tidaknya situasi

PENDELEGASIAN TANGGUNG JAWAB DAN KEWENANGAN

Suatu masalah sulit yang dihadapi setiap controller dan sesungguhnya setiap pimpinan,adalah yang menyangkut sejauh mana dia dapat mendelegasikan tanggungjawab dan kewenangannya. Oleh karena itu, dia harus melimpahkan kewenangan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dan melimphkan tanggungjawab untuk pelaksanaannya, meskipun pada akhirnya controller harus tetap memikul tanggung jawab. Hanya melalui pendelagasian yang demikianlah dia dapat membebaskan diri sehingga dapat memnyumbangkan waktu dan tenaganya terutama pada hal-hal yang paling dapat melayanu kepentingan manajemen.

KEWENANGAN CONTROLLER TERHADAP KEGIATAN AKUNTANSI DAN STATISTIK

Suatu masalah organisasi yang akan diselesaikan dengan jelas adalah mengenai kewenangan controller dan ini mencakup dua pertanyaan berikut: (1) apakah kantor atau pabrik cabang didasarkan pada akuntansi yang didesentralisir, apakah kewenangan yang harus dimkiliki controller perusahaan dalam hubungannya dengan manajer divisi dan controller divisi? Dan (2) apakah kewenangan yang harus dimiliki controller mengenai kegiatan akuntansi statistic, atau lain-lain yang tidak berada di bawah departemennya ? jawaban umum terhadap kedua pertanyaan tersebut ialah bahwa controller harus memiliki pengendalian fungsional control dan tanggung jawab untuk seluruh catatan.

PRINSIP DAN PRAKTEK AKUNTANSI

PRINSIP AKUNTANSI YANG LAZIM DITERIMA

Lazim menurut definisi berarti pada umumnya, umum, biasa secara ekstensif atau luas, dan paling sering menunjukkan suatu praktek yang agak universal. Sesuai dengan itu maka suatu prinsip atau praktek akuntansi yang lazim diterima, yaitu yang paling sering atau secara luas diikuti dianggap mempunyai kewenangan kuat yang mendukungnya.

Inventory of generally accepted principles for business enterprises, dalam accounting research study no 7 mengemukakan definisi dari akuntansi sebagai berikut:

Akuntansi adalah kumpulan daripengetahuan dan fungsi-fungsi yang berhubungan denga pencarian asal mual, pembuktian keaslian, pencatatan, pengklasifikasian, pengolahan, pengikhtisaran, penganalisaan, pengintepretasian dan penyediaan informasi yang dapat diandalkan dan yang penting secara sistematis atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat financial yang diperoleh untuk pengelolaan (management) dan pengoperasian dari suatu kesatuan dan untuk membuat laporan-laporan yang harus disajikan dalam memenuhi tanggungjawab yang dipercayakan kekpada kesatuan (entity) itu dan memenuhi tanggungjawab – tanggungjawab lainnya.

PENGEMBANGAN PRINSIP AKUNTANSI

Pengembangann prinsip-prinsip akuntansi yang lazim diterima telah merupakan suatu fungsi utama dari AICPA.

Aturan – aturan itu secara singkat dinyatakan sebagai berikut:

  1. Laba yang belum direalisir tidak boleh dikredit pada keuntungan apakah secara langsung ataupun tidak langsung dengan cara membebankan terhadap laba-laba yang belim direalisir, hal-hal yang biasanya akan dibebankan terhadap perkiraan keuntungan.
  2. Surplus modal, bagaimanapun terjadinya, tidak boleh dipergunakan untuk membebaskan perkiraan laba tahun sekarang atau yang akan datang dari beban-beban yang seyogyanya dibebankan terhadap pendapatan.
  3. Saldo laba yang ditahan yang telah terbentuk dalam suatu ank perusahaan sebelum diperoleh oleh induk perusahaan, bukan merupakan suatu bagian saldo laba yang ditahan dalam laporan konsolidasi perusahaan.
  4. Dividen-dividen atas treasury stock tidak boleh dikredit pada perkiraan pendapatan.
  5. Wesel tagih dan piutang kepada para pejabat, pegawai atau perusahaan – perusahaan afiliasi harus ditunjukkan secara terpisah.

FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS BOARD (FASB)

FASB sebagai perumus norma akuntansi keuangan merupakan suatu badan yang tidak berujuan mencari laba, yang terpisah dari badan-badan akuntansi yang telah ada, dan mempunyai sumber-sumber pembiayaan sendiri.

MENGUBAH PRINSIP DAN PRAKTENK AKUNTANSI

Akuntansi merupakan hal yang hakiki bagi pelaksanaan fungsi organisasi perusahaan secara efektif, dan prinsip-prinsip akuntansi harus berubah untuk memenuhi kebutuhan dinamis dari para pemasi, yaitu masyarakat  pada umumnya.

FASB telah memberi kesempatan bagi perusahaan untuk berpartisipasi dalam proses penetapan standard. Rekomendasi-rekomendasi dapat diajukan kepada financial accounting standards advisory council untuk diteliti dan dipertimbangkan. Council tersebut memainkan peranan penting dalam membantu board (FASB) untuk mengidentifikasikan masalah – masalah akuntansi yang memerlukan norma-norma. Sesuai dengan proses yang harus ditempuh untuk melakukan perubahan-perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi, maka satu unit kerja dari board perlu melakukan riset yang ekstensif atas sesuatu masalah dan menyiapkan suatu nota diskusi yang menganalisa berbagai pokok persoalan yang terlibat. Baik board FASB maupun unit kerjanya sama – sama tidak mencoba memberi kesimpulan apapun mengenai pokok-pokok dan menganai argumentasi serta implikasi yang dikemukakan dalam nota diskusi.

KERANGKA KONSEPSIONAL

Ketua FASB Donald J. Kirk, menyatakan:

Statements of financial accounting standards dari FASB yang ada sampai sekarang telah dikembangkan secara kasus demi kasus. Akan tetapi dalam menangani masalah – masalah akuntansi, board telah mengenal sejak berdirinya, kebutuhan untuk mengembangkan suatu kerangka kerja tetap. Perselisihan politis yang terjadi berulang-ulang mengenai proses akuntnasi telah terjadi sebagian besar dari kurangnya persesuaian umum tentang pokok-pokok persoalan seperti tujuan-tujuan pelaporan financial, definisi mengenai unsure-unsur laporan keuangan, yang meliputi harta, hutang dan pendapatan serta basis-basis pengukuran akuntansi, yang meliputi pelaporan mengenai akibat inflasi.

“ scope and implications  of the conceptual framework project” memberikan pandangan singkat tentang “tentative conclusions on objectives of financial statements” dati boards (FASB) dan tentang nota diskusinya atas “ elements of financial  statement and their measurement”, yang secara singkat menemukakan pokok-pokok persoalan berikut:

  1. Mengapa diperlukan suatu kerangka konsepsional?
  2. Pengalokasian modal
  3. Keterandalan.
  4. Beberapa keuntungan khusus.
  5. Kesimpulan sementara.
  6. Unsure laporan keuangan.
  7. Karakteristik kualitatif dari informasi keuangan.
  8. Pengukuran terhadap unsur laporan keuangan.
  9. Apakah current value accounting merupakan suatu kesimpulan atau akibat yang tidak dapat dielakkan?
  10. Beberapa implikasi luas dari pandangan konsepsional terhadap laba.

Untuk menunjukkan arti dan pentingnya conceptual framework project, board dalam brosurnya telah menyatakan bahwa:

Karena proyek ini akan menetapkan arah tujuan dari akuntansi dan pelaporan financial selama bertahun-tahun, maka proyek ini perlu mendapat pertimbangan yang teliti dari semua pimpinan perusahaan dan masyarakat keuangan di amerika serika, tidak hanya para akuntan saja.

Proyek tersebut dapat melahirkan pernyataan FASB tentang hal-hal berikut:

  • Tujuan laporan keuangan.
  • Karakteristik kualitatif dari informasi laporan keuangan.
  • Unsur-unsur pokok akuntansi
  • Basis pengukuran
  • Satuan pengukuran

PERNYATAAN MENGENAI KONSEP AKUNTANSI KEUANGAN

FASB telah menerbitkan serangkaian pernyataan mengenai konsep akuntansi keuangan (statements of financial accounting concepts). Statements of financial accounting concepts no 1, “onjectives of financial reporting by business enterprises” telah diterbitkan pada bulan November 1978. Pokok-pokoknya adalah sebagai berikut:

  • Laporan keuangan itu sendiri bukan merupakan suatu tujuan kahir, tetapi ia dimaksudkan untuk menyediakan informasi yang berguna dalam membuat keputusan perusahaan dalam ekonomi.
  • Tujuan pelaporan financial tidak bersifat tetap, tetapi dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi, hukum, politik, dan social di mana pelaporan financial itu terjadi.
  • Tujuan-tujuan tersebut juga dipengaruhi oleh karakteristik dan pembatasan – pemabatasan dari jenis informasi yang dapat disediakan melalui laporan financial.
  • Tujuan pernyataan ini adalah pelaporan financial ekstern oleh perusahaan untuk tujuan umum.
  • Tujuan tersebut menyatakan, bahwa laporan keuangan harus menyediakan informasi yagn berguna bagi para investor dan kreditor yang ada sekarang dan yang potensial serta para pemakai lain dalam membuat investasi yang rasional, mengambil keputusan kredit dan keputusan-keputusan lain yang serupa.
  • Istilah “ investor dan “kreditor” dipergunakan secara luas dan tidak hanya meliputi mereka yang mempunyai atau bermaksud mempunyai suatu tuntutan terhadap sumber daya perusahaan, tetapi juga mereka yang memberi advis atau mewakilinya.
  • Meskipun keputusan-keputusan investasi kredit mencerminkan pengharapan investor dan kreditor mengenai pelaksanaan perusahaan dimasa mendatang, tetapi pengharapan –pengharapan tersebut pada umumnya didasarkan )setidak-tidaknya pada evaluasi terhadap pelaksanaan perusahaan yang telah lalu.
  • Focus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi mengenai pendapatan komponen-komponennya.
  • Informasi mengenai pendapatan perusahaan yang berdasarkan accrual accounting, pada umumnya menyediakan suatu indikasi yang lebih baik mengenai kemampuan sekarang .
  • Pelaporan keuangan diharapkan menyediakan informasi mengenai prestasi pelaksanaan keuangan suatu perusahaan selama suatu periode, dan mengenai bagaimana manajemen perusahaan telah melaksanakan tanggungjawab pengurusannya kepada para pemilik.
  • Akuntansi keuangan tidak direncanakan untuk mengukur secara langsung nilai dari suatu perusahaan, tetapi informasi yang disediakannya mungkin berguna bagi mereka yang ingin menaksir nilai tersebut.
  • Para investor, kreditor, dan lain-lain dapat mempergunakan pendapatan yang dilaporkan dan informasi mengenai unsur-unsur laproan keuangan dalam berbagai cara untuk memperkirakan prospek arus kas.
  • Pimpinan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan urusan-urusannya daripada para investor, kreditor atau “pihak-pihak luar lainnya”.

PERANAN KOMPUTER DALAM ANALISIS USAHA DAN KEUANGAN

LINGKUNGAN BARU

Perusahaan selalu mengalami suatu perubahan lingkungan, tetapi apa yang selama ini berjalan dengan mulus sekarang kelihatan menjadi perlombaan yang cepat. Pada masa sekarang pimpinan mengenal adanya perkembangan untuk memperluas dan memajukan peranan computer dalam kemampuannya membuat keputusan. Manajer harus membuat asumsi dan memeriksa hasil-hasil computer terhadap pengalaman dan intuisinya, tetapi computer harus mengumpulkan banyak data, menghubungkan serta menganalisa data-data tersebut. Kemampuan computer ini, sekarang tersedia bagi manajemen perusahaan. Para pengusaha yang berpengetahuan luas menggunakan kemampuan baru ini untuk, antara lain, membuat keputusan – keputusan strategis yang baik, dan memungut hasil penggunaan informasi secara lebih itnelijen dan agresif.

TINJAUAN PENYELURUH ATAU PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN

Dengan adanya kemajuan teknologis dan kemampuan computer untuk menangani banyak data dengan biaya relative kecil dibandingkan dengan penggunaan metode-metode tangan, maka mungkin dalam dasawarsa 1980an akan dijumpai usaha-usaha yang lebih baik dalam mengaitkan atau menghubungkan berbagai bidang pengelolaan suatu perusahaan.

PERANAN CONTROLLER

Dapat dilihat bahwa controller harus melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut:

  1. Memahami penerapan computer dalam fungsi – fungsi keuangan dan akuntansi yang tradisional, yaitu dalam manatusahakan yaitu:
  2. Cakap dalam penggunaan computer secara real time.
  3. Mengenal dan mengarahkan penggunaan teknik-teknik computer yang lebih rumit dan baru dalam perencanaan dan pengambilan keputusan keuanga, termasuk adanya fasilitas yang wajar dalam penggunaan model-model keuangan.
  4. Mengikuti secara up to date jenis peralatan dan perkembangan yang lebih baru yang menajuhi penggunaan computer besar.
  5. Sehubungan dengan hal-hal diatas, harus mengenali secara wajar beberapa istilah yang lazim dipergunakan dalam bidang computer dengan cara terbatas dan mengenali bahasa-bahasa teknik dalam perkembangannya.
  6. Bersedia melakkukan tinjauan atau pemeriksaan yang berkesinambungan terhadap instalasi computer / biaya-biaya program, biaya anggaran atau taksiran terhadap biaya yang sesungguhnya.
  7. Menyediakan audit trails yang perlu untuk membantu baik para akuntan independen maupun auditor intern pada saat system dikembangkan.
  8. Akhirnya dalam pengaplikasian computer atau pengembangan system, memikul tanggungjawab untuk meneliti system agar melihat system bahwa system – system tersebut mengandung keamanan yang perlu dan perlindungan yang meyakinkan.

APLIKASI KOMPUTER

Terdapat banyak pengaplikasian financial, sebagian daripadanya ditunjukkan dalam daftar berikut:

Akuntansi

Pajak-pajak

Perencanaan

Pengendalian

Pengelolaan kas

Rencana pensiun-pembayaran pensiun pegawai

Asuransi

Pelaporan

Keuangan

Lain-lain

MODEL PERSEROAN

Model – model perseroan dapat dikategorikan menjadi tiga tipe dasar, tergantung pada pemakaian yang dimaksudkan dan jenjang pimpinan dari si penerima (pemakai utama):

  1. Model deterministic
  2. Model probabilistic
  3. Model optimasi

MODEL – MODEL PERENCANAAN KEUANGAN

Model – model perencanaan keuangan dapat berupa salah satu dariketiga kategori tersebut diatas. Dan model-model itu diklasifikasikan menurut tujuan manajemen

Suatu model strategis merupakan keuangan dengan suatu wawasan perencanaan jangka panjang, misalnya dari 5 tahun samapi 15 tahun, yang akan di pergunakan dalam menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan. Model itu dapat menyangkut factor-faktor luar, seperti pendapatan nasional (GNP) atau anggaran pertahanan Negara, dan juga menyangkut data intern. Model taktis lebih terinci dan biasanya menyangkut periode yang lebih singkat, misalnya satu. Model tersebut dipergunakan untuk berbagai keputusan dengan pengaruh yang segera, yaitu mengalokasikan sumber daya, merubah jumlah biaya riset dan pengemabangan atau mengerjakan program baru. suatu model operasional dapat dipergunakan setiap hari untuk memonitor pelaksanaan dan rencana yang sebenarnya sehingga apabila  perlu, dapat diambil tindakan perbaikan. Model-model ini biasanya menyangkut banyak hal yang mendetail dan berbeda dalam line items yang diaplikasikan.

KOMPONEN DARI MODEL-MODEL KEUANGAN

Struktur atau bagian-bagian pokok dari suatu model keuangan terdiri dari lima bagian sebagai berikut:

  1. Dokumentasi
  2. Asumsi-asumsi input
  3. Rasio manajerial
  4. Proyeksi-proyeksi
  5. Base case.

ANALISA KEPEKAAN  (SENSITIVITY ANALYSIS)

Melalui alat matematis yang demikian, maka setiap komponen dari suatu keputusan dapat diubah, sehingga manajer dapat meneliti efek adanya perubahan-perubahan pada masing-masing factor input terhadap hasil yang akan dicapai. Analisa ini memungkinkan konsentrasi pada variabel-variabel penting. Untuk mengerti dampak dari masing-masing variabel, analisa kepekaan dapat memberikan beberapa pengarahan.

SISTEM TERDISTRIBUSI (DISTRIBUTED SYSTEMS)

Distributed systems yang mempunyai kemampuan pengolahan didalam atau dekat dengan kantor pemakai dan bukan dalam suatu lokasi pusat saja dicirikan oleh tiga atribut sebagai berikut:

  • Distribusi fisik. Terminal-terminal dipasang pada tempat-tempat yang membutuhkan dan biasanya merupakan bagian dari sesuatu jaringan yang dapat menghubungi sentral atau terminal lain yang berada, katakanlah pada profit center alin.
  • Distribusi secara fungsional. Artinya setiap fungsi, seperti keuangan, riset atau teknik mempuyai hak terhadap sumber perhitungan.
  • Distribusi dari tanggungjawab organisatoris. Dengan adanya distribusi secara fisik dan secara fungsional, maka hubungan organisasi berubah dan peranan deprtemen management information systems (MIS) berubah.

DATABASE

Suatu database yang dimiliki oleh semua perusahaan dapat didefinisikan sebagai koleksi dari file (arsip, berkas) baik yang computer based dan juga yang noncomputer based mendukung system informasi.

Pembangunan dan pengoperasian sesuatu base yang sehat dan terintegrasi mungkin mencakup lima fungsi yaitu :

  1. Perumusan base
  2. Penyusunan data base
  3. Pengklasifikasian dan pengodean data.
  4. Pengendalian data
  5. Pengelolaan base.

PENGAMANAN DAN KERAHASIAAN KOMPUTER

Apapun yang terjadi, controller akan mempunyai suatu tanggungjawab tertentu mengenai system-sistem computer dan kerahasiaan untuk data keuangan yang diakumulasikan. Sehubungan dengan keamanan informasi, dia harus menyadari hal-hal sebagai berikut:

  1. Informasi sensitive apakah yang sedang dikumpulkan dan dianalisa
  2. Siapakah yang berhak terhadap informasi, atau dengan bahasa lain, “ siapakah perlu mengetahui informasi?”
  3. Prosedur-prosedur apakah harus dipergunakan untuk melindungi data –  misalnya dengan cara sering merubah kode – kode yang dipergunakan ; merahasiakan berkas-berkas yang berlaku dan hal-hal lain yang berhubungan.

BEBERAPA ALAT PENTING YANG BERGUNA DALAM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN (RESPONSIBILITY ACCOUNTING)

Ditinjau secara luas, akuntansi melayani tiga tujuan yang berlainan yaitu:

  1. Laporan keuangan (financial reporting)
  2. Penilaian inventory (inventory reporting)
  3. Evaluasi prestasi kerja (performance evaluation)

Tujuan pertama terutama berhubungan dengan pelaporan hasil menyeluruh dari operasi dan kondisi keuangan perusahaan kepada manajemen dan masyarakat keuangan seperti para pemegang saham, para pemegang saham, bank-bank, dan sebagainya. Tujuan kedua memungkinkan pengalokasian dan pembebanan biaya-biaya dan ongkos-ongkos secara wajar terhadap persediaan dan harga pokok penjualan atau terhadap biaya berjalan lainnya. Tujuan ketiga memungkinkan pengukuran pelaksanaan per individu atau per kelompok terhadap tujuan – tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Ada tiga jenis pusat – pusat pertangungjawaban ini. Pertama pusat pertanggungjawaban dapat merupakan suatu “pusat biaya (cost center)”, jika pengawas hanya diharuskan bertanggungjawab terhadap biaya belaka, yaitu terhadap ongkos-ongkos dari departemennya sendiri atau terhadap biaya bahan baku atau upah tenaga kerja langsung yang terjadi. Kedua, pusat pertanggungjawaban dapat diperluas menjadi suatu “pusat laba (profit center)”, jika pengawas diharuskan bertanggungjawab untuk mencapai suatu kontribusi laba (profit contribution) yang ditetapkan.

Dan yang terkahir, jika seorang manajer diharuskan bertanggungjawab tidak hanya untuk laba tetapi juga terhadap investasi yang diperlukan untuk menghasilkan margin atau laba, maka pusat pertanggungjawaban tersebut merupakan suatu “pusat investasi (investment center)”.

PERILAKU BIAYA (COST BEHAVIOUR)

Yang agak mendasar bagi seluruh proses perencanaan dan pengendalian, atau kadang-kadang disebut “perencanaan laba (profit planning)”, atau juga “manajemen menurut sasaran (management by objectives)”, adalah suatu pemahaman yang jelas mengenai bagaimanakah biaya-biaya, khususnya biaya overhead pabrikase (manufacturing overhead) atau ongkos-ongkos lain akan berubah jika dihubungkan dengan volume usaha.

LAPORAN ATAS PENYIMPANGAN / KEKECUALIAN

Fungsi controllership dapat dikatakan efektif sejauh bila dapat mengidentifikasikan pelaksanaan operasi manajemen yang menyimpang dari sesuatu sasaran yang dapat diterima – apakah berupa rencana, atau norma atau pelaksanaan di masa yang lalu . salah satu fungsi dari controller adalah untuk mengorganisasikan informasi sehingga fakta-fakta dapat dimengerti dan dapat bertindak sesuai dengan itu. Penyimpangan atau varians (exceptions and variances) dari norma atau standarlah yang harus diperhatikan.

PENILAIAN MENYELURUH TERHADAP PERUSAHAAN:

BEBERAPA TOLOK UKUR ATAS PRESTASI MENYELURUH

UNSUR-UNSUR PERUSAHAAN

Fakto-faktor yang atau unsur-unsur berikut ini harus dievaluasi dalam proses analisa:

  1. Berbagai tujuan dan kebijakan
  2. Organisasi
  3. Produk
  4. Pasar
  5. Program distribusi
  6. Program produksi
  7. Program penelitian dan pengembangan
  8. Struktur keuangan, kebijakan dan praktek akuntansi, dan trends serta hubungan-hubungan keuangan
  9. System pengendalian (control system)

TUJUAN DAN KEBIJAKAN PERUSAHAAN

Tujuan perusahan tidak saja harus diketahui tetapi harus juga terdapat tujuan-tujuan spesifik untuk setiap devisi operasi: pemasaran, produksi riset, teknik, akuntansi dan lain-lain dan jika perusahaan telah diorganisasikan secara desentralisasi, maka setiap grup operasi harus memilikisasaran.

Jika tujuan perusahaan tidak secara tertulis maka controller seharusnya mendorong agar dibuat secara tertulis.

Kebijaksanaan – kebijaksanaan perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai yang umum, yang utama, yang minor (general, major, atau minor policies). Tentunya kebijksanaan umum mengatur jalannya perusahaan secara keseluruhan; mereka merupakan prinsip-prinsip dasar yang akan diikuti perusahaan.

Kebijksanaan utama mengatur pelaksanaan dan pengendalian dari fungsi – fungsi pokok perusahaan.

ORGANISASI

Beberapa hal khusus yang menyangkut permasalahan organisasi ini diterapkan sebagai berikut:

  1. Manajemen
  2. Bagan organisasi
  3. Pedoman organisasi
  4. instruksi praktek standar
  5. ketaatan pada hukum perburuhan yang berlaku
  6. hubungan perburuhan
  7. seleksi tenaga kerja
  8. latihan tenaga kerja
  9. pengkoordinasian fungsi-fungsi

PRODUK PERUSAHAAN

  1. Tren dalam volume penjualan
  2. Keunggulan dalam bersaing
  3. Laba koto
  4. Kelengkapan lini produk
  5. Harga
  6. Diversifikasi produk
  7. Kualitas
  8. Rancangan dan corak
  9. Identifikasi

PASAR

Informasi pasar yang disarankan harus dimiliki oleh sebuah perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Data tentang pelanggan sekarang
  2. Potensi pasar
  3. Kebiasaan membeli atau preferensi pembelian dari pelanggan
  4. Aktivitas persaingan
  5. Kemajuan-kemajuan teknis

PROGRAM DISTRIBUSI

Pokok – pokok yang disarankan untuk dicakup dalam penelitian atau penelaahan adalah sebagai berikut:

  1. Seleksi dan latihan para penjual(salesman)
  2. Seleksi saluran distribusi dan metode penjualan
  3. Penetapan quota penjualan
  4. Wilayah penjualan
  5. Perjalanan para penjual
  6. Advertensi dan bantuan promosi penjualan
  7. Kompensasi gaji para penjual
  8. Kebijksanaan harga
  9. Kebijksanaan – kebijksanaan penjualan yang lain
  10. Biaya distribusi

RENCANA PRODUKSI

Terdapat tiga subdivisi utama, yaitu:

  1. Bahan-bahan, suku cadang dan perlengkapan
  2. Pabrik dan fasilitas-fasilitasnya
  3. Proses produksi

PROGRAM RISET DAN PENGEMBANGAN (RESEARCH AND DEVELOPMENT PROGRAM)

Hal – hal berikut akan memberikan lata belakang untuk menilai fungsi riset dan pengembangan ini:

  1. Produk-produk baru atau yang telah diperbaiki apakah yang telah dikembangan dalam lima tahun terakhir? Berapakah bagian produk-produk tersebut dari penjualan total?
  2. Apakah sifat dari program riset? Apakah proyek – proyek khusus telah ditetapkan untuk tujuan riset dan ditinjau kemajuannya  secara periodic? Apakah manfaat yang diperoleh diukur terhadap biayanya ?
  3. Sejauh mana korelasi yan ada antara deprtemen riset dan departemen penjualan mengenai produk baru? apakah terdapat pemindahan yang lancer dari produk yang masih bersifat percobaan menjadi produk komersial ?
  4. Bagaimanakah pengeluaran untuk riset dan pengembangan dibandingkan dengan jenis industry yang bersangkutan atau saingan, baik dalam jumlah maupun mengenai prosentasinya?
  5. Sejauh mana laboratorium luar dipergunakan untuk menambah fleksibilitasstaf riset?

ORGANISASI DAN KEMAMPUAN FINANSIAL

Sebagai syarat survey umum mengenai aspek ini, hal – hal berikut harus diteliti:

  1. Baik buruknya struktur keuangan
  2. Trend operasi
  3. Organisasi dan funsi financial
  4. Profitabilitas

SISTEM PENGENDALIAN (CONTROL SYSTEM)

Pada dasarnya, proses yang terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan suatu norma standar pengukuran
  2. Membandingkan pelaksanaan yang sebenarnya terhadap norma standar
  3. Mencari sebab-sebab terjadinya penyimpangan atau varians
  4. Mengambil tindakan koreksi yang perlu

TOLOK UKUR PRESTASI KEUANGAN SECARA MENYELURUH

BEBERAPA TOLOK UKUR UMUM

  1. Tolok ukur profitabilitas (kemampulabaan)
  2. Tolok ukur pertumbuhan

PERSENTASE HASIL PENGEMBALIAN ATAS PENJUALAN BERSIH

Salah satu ukuran profitabilitas yang paling lazim dijumpai adalah hubungan antara penghasilan / laba bersih terhadap penjualan bersih. Rasio ini, yang biasanya dinyatakan sebagai suatu prosentase, menunjukkan berapakah bagian dari penjualan yang direalisir menjadi laba.

Laba sebagai suatu prosentasi dari penjualan bersih mempunyai nilai yang banyak, tetapi kalau dipergunakan sendiri saja merupakan suatu ukuran profitabilitas yang belum mencukupi.

PERSENTASE MARGIN OPERASI DIHUBUNGKAN DENGAN PENJUALAN

Ukuran ini menghubungkan margin operasi atau laba kotor perusahaan dengan penjualan bersih. Ukuran inimencoba mengidentifkasikan trend dalam profitabilitas, yang tidak dipengaruhi oleh perubahan dalam tariff pajak penghasilan atau penghasilan lain-lain dan biaya – biaya lain- lain.

PERSENTASE HASIL PENGEMBALIAN ATAS HARTA YANG DIPERGUNAKAN

Prosentase hasil pengembalian atas seluruh modal yagn dipergunakan, sering dipergunakan sebagai ukuran intern, baik bagi perusahaann secara keseluruhan dan juga per lini produksi atau per segmen organisasi.

KETERBATASAN DALAM PENGGUNAAN TINGKAT PENGEMBALIAN ATAS HARTA AKTIVA (ROA/RETURN ON ASSET)

Penggunaan tingkat pengembalian atas seluruh harta atau seluruh investasi , merupakan suatu cara yang cocok untuk mengukur prestasi yang lalu dari perusahaan – perusahaan sejenis. ROA menyediakan alat untuk mengukur prestasi kerja manajemen dibandingkan dengan para saingan. Rasio ini terbatas kegunaannya dalam mengadakan perbandingan di antara perusahaan-perusahaan dalam jenis industry yang berbeda

PENGEMBALIAN ATAS MODAL PEMEGANG SAHAM (RETURN ON SHARE HOLDERS EQUITY)

Meskipun manajemen perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk menghasilkan suatu tingkat pengembalian yang wajar atas seluruh harta yang dipergunakan dalam perusahaan tetapi ada pendapat-pendapat tertentu yang mengatakan bahwa tugas manajemen adalah untuk mengoptimisasikan atau memaksimisasikan tingkat hasil pengembalian atas modal sendiri.

Tingkat penghasilan atas modal pemegang saham dapat dihitung dengan hanya menambahkan pada formula “tingkat pengembalian atas jumlah harta atau investasi dengan factor prosentase dariahrta dalam hubungannya dengan modal pemegang saham.

Tingkat hasil pengembalian atas harta (return on assets)digambarkan oleh factor-faktor sebagai berikut:

Tingkat pengembalian atas jumlah harta =

Untuk menghitung tingkat hasil pengembalian atas modal sendiri, kita akan menambah satu langkah lebih lanjut sebagai berikut :

Hasil pengembalian atas modal sendiri  =

TINGKAT PENGEMBALIAN ATAS TOTAL MODAL

Tolok ukur prestasi yang lain berhubungan dengan total investasi modal jangka panjang dalam arti hutang jangka panjang plus modal sendiri. Ini kadang-kadang disebut “pengembalian atas investasi (return on investment atau ROI) atau pengembalian atas modal yang dipergunakan (return on capital employed). Rasio ini mencoba mengukur hasil pengembalian atas dana jangka panjang yang telah diinvestasikan dalam perusahaan.

KENAIKAN PERSENTASE PENJUALAN

Didalam perusahaan sendiri, controller dapat mengembangkan angka-angkalebih terperinci sebagai berikut:

  1. Bagian kenaikan penjualan yang disebabkan harga yang lebih tinggi dan kuantum penjualan yang lebih besar.
  2. Bagian kenaikan penjualan yang disebabkan kondisi-kondisi abnormal atau “ yang tidak disangka-sangka.

LABA PER SAHAM (EARNINGS PER SHARE ATAU EPS)

Penghasilan per saham merupakan penghasilan bersih yang tersedia bagi saham biasa, dibagi dengan banyaknya saham biasa yang beredar. Karena alasan ini, banyak manajemen memandang perubahan dalam EPS sebagai indicator dari ada tidakyna pertumbuhan. Dan kalangan keuangan lebih menekankan pentingnya pertumbuhan EPS.

EPS vs ROI

Dalam mengevaluasi tolok ukur ini harus dipertimbangkan, mengapa EPS berubah dan juga trend dalam tolok ukur lain. Komentar-komentar berikut mungkin berguna:

  1. EPS dapat dipengaruhi antara lain, oleh factor – factor berikut:
    1. Penanaman kembali penghasilan
    2. Pembelian kembali saham biasa melalui penggunaan surplus kas
    3. Menyatakan leverage melalui penggunaan hutang jangka panjang
    4. Mengambil alih perusahaan yang mempunyai price earnings ratio (PE ratio) yang rendah.

Maka hal-hal ini harus diteliti untuk mengetahui, apakah perubahan EPS terjadi karena sebab-sebab yang penting ataukah karena manipulasi saham.

  1. Suatu kenaikan EPS tidak selalu menandakan adanya peningkatan dalam tingkat pengembalian atas modal panjang saham (ROE)  atau jumlah modal jangka panjang yang dipergunakan (ROI)
  2. Untuk jangka waktu panjang, penghasilan atas jumlah modal sendiri merupakan fungsi penggerak atau penentu, diikuti dengan EPS dengan asumsi tidak ada factor – factor lainnya yang bekerja.

RASIO, TREND DAN HUBUNGAN FINANSIAL SERTA OPERASI

PENGGUNAAN RASIO

Untuk mengetahui kemajuan atau kondisi relative, kita perlu mempunyai berbagai ukuran perbandingan. Dan bagi pimpinan perusahaan tidak ada yang lebih wajar daripada keinginan untuk membandingkan dirinya dengan perusahaan lain secara individen atau dengan rata-rata bagi jenis industry yang bersangkutan. Beberapa dari perbandingan-perbandingan ini hanya akan dipergunakan oleh pimpinan keuangan, dan yang lain akan berguna bagi para pimpinan fungsional atau pimpinan perusahaan secara menyeluruh.

RASIO YANG TERSEDIA

Ada tiga golongan utama yaitu rasio keuangan, rasio operasi keuangan, dan rasio operasi

Rasio keuangan menyatakan suatu hubungan antara berbagai unsure yang terdapat pada neraca yang sama.

Rasio operasi keuangan menyatakan suatu hubungan antara unsur-unsur yang terdapat pada laporan perhitungan rugi/laba (statement of income and expense) dengan unsur-unsur pada neraca (balance/sheet).

Rasio operasi menyatakan suatu hubungan antara unsur-unsur yang berbeda dalam laporan perhitungan rugi/laba

KEBUTUHAN AKAN RASIO STANDAR

Analisa-analisa rasio dan trend akan kehilangan banyak arti pentingnya kecuali bila dinilai/ditimbang menurut patokan (standard) rasio standar yang wajar. Patokan perbandingan dapat meliputi salah satu atau semua dari yang berikut ini:

  1. Rasio dari jenis indutri yang bersangkutan di mana perusahaan tergolong.
  2. Rasio dari perusahaan-perusahaan saingan, khususnya saingan-saingan yang lebih maju.
  3. Pengalaman perusahaan sendiri di masa yang lalu.
  4. Hubungan-hubungan umum yang dikembangkan oleh controller atau orang-orang lain, yang didasarkan pada observasi dan pengalaman.

TREND YANG DINYATAKAN DENGAN PRESENTASE

Sebelumm mulai meninjau secara mendetail beberapa rasio yang biasa dipergunakan dalam mengevaluasi laporan keuangan, akan lebih baik jika kita terlebih dahulu mempertimbangkan beberapa alat yang sederhana dan lebih efektif yang tersedia untuk dipergunakan salah satu yang telah disebutkan adalah hubungan antara angka-angka dalam laporan yang sama, atau dalam laporan operasi yang berhubungan. Yang lain adalah kompilasi trends dnegan menggunakan prosentase-prosentase. Metode ketiga adalah penyiapan laporan-laporan prosentase.

Controller sering terlalu asyik dalam masalah-masalah sehari-hari, sehingga mereka mungkin tidak memperhatikan trend. Trend dapat diamati melalui penghitungan prosentase-prosentase. Tekniknya kira-kira sama dengan teknik yang dipergunakandalam menghitung angka-angka indeks.

LAPORAN PERSENTASE

Controller mungkin sering perlu membandingkan laporan keuangan dari berbagai perusahaan dalam jenis industry yang sama, dan dalam mengecek distribusi biaya-biaya dalam laporan perhitungan rugi/laba, atau distribusi harta dan hutang dalam neraca. Ini lebih mudah tercapai dengan menggunakan prosentase-prosentase ketimbang bagi jumlah uang. Metode yang demikian merupakan cara pendekatan lain dalam menganalisa laporan yaitu dengan menggunakan komponen-komponen prosentase, yang sering disebut dengan “common size statement”

RASIO – RASIO KEUANGAN

RASIO LANCAR

Salah satu rasio yang paling luas digunakan khususnya bagi mereka yang bergerak di bidang perkreditan ialah rasio lancer. Rasio ini dihitung dengan membagikan jumlah harta (total current assets) dari sebuah perusahaan dengan jumlah hutang lancer (total current liabilities)

RASIO CEPAT (QUICK RATIO)

Suatu rasio tambahan bagi rasio lancer dikenal sebgai “quick” ratio atau “acid test” ratio. Ini menyatakan hubungan antara kas/bank, plus piutang dan investasi sementara (temporary investments) dengan hutang lancer (current liability)

RASIO HUTANG JANGKA PANJANG TERHADAP EKUITAS PARA PEMEGANG SAHAM YANG BERWUJUD

Rasio ini menyatakan hubungan antara hutang jangka panjang dengan hak kepentingan para pemegang saham (modal sendiri) setelah dikurangi setiap intangibles yang ada (misalnya goodwill). Para investor jangka panjang, dan juga bank-bank komersial, membandingkan rasio ini dengan standar-standar industry yang dapat diterima.

RASIO HUTANG SELURUHNYA TERHADAP EKUITAS PARA PEMEGANG SAHAM YANG BERWUJUD

Rasio ini mengukur hutang seluruhnya dari perusahaan terhadap hak kepentingan para pemegang saham (modal sendiri) setelah dikurangi harta tak berwujud (intangibles). Juga di sini bila terdapat terlalu banyak hutang yang bagaimanapun sifatnya dihubungkan dengan hak dan kepentingan para pemegang saham (net worth), menimbulkan masalah-masalah mengenai kelangsungan hidup perusahaan dalam waktu-waktu yang menyulitkan, seperti dalam waktu terjadi kemuduran usaha.

RASIO HARTA TETAP TERHADAP EKUITAS PARA PEMEGANG SAHAM YANG BERWUJUD

Suatu rasio antara harta terhadap hak kepentingan yang berwujud dari para pemegang saham yang besarnya kurang dari satu menunjukkan, bahwa para pemegang saham telah ikut menyediakan sebagian dari modal kerja (working capital).

HUBUNGAN KEUANGAN DAN OPERASI

RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP PIUTANG

Investasi dalam piutang dagang dan wesel tagih harus mempunyai suatu hubungan yang wajar terhadap penjualan bersih (net sales). Factor ini sering dinamakan “turn over of receivables (perputaran piutang)”, yang dihitung dengan membagi penjualan bersih (atau penjualan kredit bersih bilamana data tersedia dan penjualan kredit tidak merupakan bagian terbesar dari penjualan)dengan piutang pada akhir periode.

PERPUTARAN PERSEDIAAN (TURNOVER OF INVENTORIES)

Perputaran persediaan barang jadi (finished goods) akan diukur sebagai berikut:

Dan perputaran persediaan bahan baku dapat dihitung sebagai berikut:

PERPUTARAN HARTA LANCAR (TURN OVER OF CURRENT ASSETS)

Suatu indikasi umum mengenai efisiensi dan profitabilitas dalam penggunaan harta lancer dapat diukur melalui tiga hubungan. Perputaran harta lancer dapat diukur dengan cara membagi jumlah harga pokok penjualan (cost of goods sold) biaya usaha/ operating expenses dengan jumlah harta lancer rata-rata yang ada pada awal dan akhir periode akuntansi. Yang erat berhubungan dengan perputaran adalah profitabilitas, yang dapat dihitung dengan membagi pendapatan bersih (net income) oleh jumlah harta lancar rata-rata.

RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP MODAL KERJA (RATIO OF NET SALES TO WORKING CAPITAL)

Suatu kenaikan dalam volume penjualan biasanya disertai dengan kenaikan dalam piutang dan persediaan. Karena hubungan ini, para analis telah mengembangkan rasio penjualan bersih terhadap modal kerja sebagai suatu ukuran mengenai efisiensi dalam penggunaan modal kerja.

Perputaran yang rendah dapat diakibatkan oleh besarnya jumlah persediaan atau piutang

RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP HARTA TETAP

Suatu indikasi mengenai ada tidaknya tendensi menuju expansi atau tingkat penggunaan harta tetap yang berlebihan, adalah rasio penjualan bersih terhadap harta tetap operasional (operating fixed assets). Rasio ini harus dipertimbangkan bersama-sama dengan laba usaha (operating profit) dalam menetapkan pengaruh dari investasi harta tetap.

RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP HARTA SELURUHNYA (RATIO OF NET SALES TO TOTAL ASSETS)

Suatu ukuran mengenai efisiensi manajemen adalah hubungan dari penjualan bersih terhaap seluruh harta yang dipergunakan dalam perusahaan. Dianggap makin besar volume penjualan telah dilakukan, makin efisiensi pula dalam penggunaan harta.

RASIO BIAYA PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN TERHADAPHARTA TETAP (RATIO OF REPAIRS AND MAINTANCE TO FIXED ASSETS)

Biaya pemeliharaan merupakan suatu unsur penting dalam sebagian besar perusahaan, dan semakin penting bila investasi dalam mesin dan peralatan bertamabh. Rasio biaya perbaikan dan pemeliharaan terhadap harta tetap ini merupakan pedoman yang berguna dalam mengecek kebijaksanaan pemeliharaan.

RASIO BIAYA PENYUSUTAN TERHADAP HARTA TEAP (RATIO OF DEPRECIATION TO FIXED ASSETS)

Rasio ini merupakan suatu ukuran yang kasar tentang kewajaran dari kebijksanaan penyusutan. Rasiko ini memberikan alat yang sederhana untuk mengadakan perbandingan dnegna perusahaan-perusahaan lain.

RASIO LABA BERSIH TERHADAP MODAL SENDIRI (RATIO OF NET PROFIT TO SHAREHOLDER EQUITY)

Bagi para pemilik perusahaan, salah satu ukuran umum terpenting adalah hubungan dari laba bersih setelah dipajak terhadap hak kepentingan para pemegang saham. Karena tujuan perusahaan adalah laba bersih, maka rasio ini merupakan salah satu ukuran mengenai kemajuan.

RASIO OPERASI

RASIO PENJUALAN RETUR DAN PENGURANGAN HARGA TERHADAP PENJUALAN BRUTO

Rasio penjualan retur dan potongan-potongan terhadap penjualan bruto berguna dalam menetapkan tanggungjawab atas variasi-variasi dalam laba bersih, karena rasio itu mencerminkan sebab terjadinya perubahan dalam laba kotor melalui pengurangan hasil penjualan.

RASIO LABA KOTOR TERHADAP PENJUALAN BERSIH (RATIO OF GROSS PROFIT TO NET SALES)

Rasio laba kotor terhadap penjualan bersih biasanya dinyatakan sebagai suatu prosentase dari penjualan bersih. Kebanyakan controller menganggapnya sebagai rasio yang sangat tepat/ berguna dan menganalisanya setiap bulan. Perusahaan harus mendapatkan laba kotor yang cukup tinggi untuk dapat menutupi biaya-biaya operasi dan memberikan suatu laba yang normal.

Suatu laba kotor yang rendah dapat terjadi, antara lain karena kompetisi harga yang kuat, kelemahan dalam kebijaksanaan harga, atau volume yang tidak cukup untuk menutupi biaya produksi.

RASIO BIAYA USAHA TERHADAP PENJUALAN BERSIH (RATIO OF OPERATING EXPENSES TO NET SALES)

Rasio ini dapat dihitung perjenis biaya, per golongan biaya atau per fungsi dalam hubungan dengan penjualan besih prosentase yang dihasilkan, memberikan beberapa petunjuk tentang kemampuan manajemen untuk menyesuaikan biaya dengan volume yang berubah-ubah.

RASIO LABA BERSIH TERHADAP PENJUALAN BERSIH

Rasio ini berguna unutk tujuan-tujuan pengendalian secara menyeluruh dan biasanya dimasukkan dalam laporan intern.

RASIO LAINNYA

PERBANDINGAN BEBAN TETAP TERHADAP “PENDAPATAN” (NUMBER OF TIMES FIXED CHARGES ARE EARNED)

Perbandingan beban tetap terhadap “pendapatan” (laba bersih ditambah beban tetap) digunakan untuk menunjukkan margin keamanan (margin of safety) bagi pemegang obligasi. Rasio ini ditentukan dengan cara membagi laba bersih setelah dikenakan pajak (net profit after taxes) dengan bunga atas hutang jangka panjang, termasuk amortisasi disagio (discountnya).

LABA PER SAHAM BIASA (EPS OF COMMON STOCK)

Pada dasarnya ini dihitung dengan mengurangkan dari laba bersih, setiap dividen untuk saham prioritas (preffered stock), lalu membagikan seldonya dnegna banyaknya saham biasa yang masih beredar pada akhir periode. Penghasilan per saham biasa dapat dinyatakan juga sebagai suatu prosentase dari nilai pari (per value) atau nilai pasar (market value) dari saham.

NILAI BUKU SAHAM BIASA (BOOK VALUE OF COMMON STOCK)(

Nilai buku ari saham biasa ditentukan dnegan cara membagikan jumlah modal sendiri oleh banyaknya saham biasa (common stock) yagn beredar, denga asumsi bahwa tidak ada saham preferen yang beredar.

PENYAJIAN ANALISIS

Prosedur yang ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan rasio-rasio apakah yang harus disajikan.
  2. Menetapkan trend dari rasio-rasio yang dipilih untuk jangka waktu yang wajar.
  3. Sejauh mungkin, dapatkan rasio-rasio untuk tujuan perbandingan.
  4. Menyajikan rasio dalam bentuk yang sesuai.
  5. Mengintepretasikan data dalam laporan yang menyertai rasio-rasio yang disajikan dengan menyajikan sifat-sifat yang luar biasa dan mengusulkan tindakan perbaikan.