Judul : Analisis Efisiensi Keuangan  pada  PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk

  1. A. Latar Belakang Masalah

Pada saat ini kebutuhan bisnis sudah semakin tajam seiring dengan mulai dibukanya sistem mekanisme pasar bebas. Dan dengan semakin terbatasnya sumber kekayaan alam sebagai faktor modal serta semakin majunya perkembangan ilmu dan teknologi telah menjadikan dunia usaha sebagai ajang pertarungan yang bersifat kompetitif. Oleh karena itulah maka perusahaan sebagai tempat bergabungnya orang-orang atau pemilik harus dikelola secara profesional agar tujuan meningkatkan kemakmuran atau kekayaan bagi para pemilik, tenaga kerja yang ada di dalamnya, serta pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dapat dicapai. Untuk kepentingan tersebut seorang pimpinan harus mampu membuat perencanaan yang lebih baik, mengambil keputusan, dan mengadakan pengawasan yang efektif, kemampuan yang dituntut dari seorang pimpinan yakni menentukan sumber modal serta bagaimana cara mengoperasikannya agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal. Perusahaan harus mampu mengantisipasi dan menghadapi  segala perubahan situasi dan kondisi baik yang ada di dalam perusahaan maupun yang di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi kinerja dari perusahaan.

Suatu perusahaan dapat dikatakan efisien apabila telah tercapainya tujuan atau sasaran dengan menggunakan pikiran, tenaga, waktu, ruang dan benda sesuai dengan hasil yang telah dicapai. Selain itu suatu usaha dapat dikatakan efisien apabila dengan usaha tertentu memberikan hasil terbesar baik bersifat kualitas maupun kuantitas.

Dalam perkembagan ilmu manajemen yang diterapkan oleh Charles Babbage (1792-1871) adalah seorang guru besar matematika yang tertarik pada usaha efisiensi pada operasional suatu pabrik dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah agar terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya.

PT Aneka Kemasindo Utama Tbk didirikan tanggal 5 April 2001, perusahaan berkedudukan di Tangerang dan ruang lingkup kegiatan perusahaan antara lain adalah menjalankan usaha dalam bidang industri kemasan dari plastik. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2001. Produk-produk yang dihasilkan perusahaan berupa gelas plastik, botol gallon, dan botol plastik. Perkembangan industri kemasan plastik, terutama produk gelas dan botol plastik, sangat ditentukan oleh perkembangan industri yang menjadi konsumennya yaitu industri minuman. PT Aneka Kemasindo Utama Tbk adalah perusahaan dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Saat ini dengan sangat labilnya kurs valuta asing dan tarif bunga berdampak buruk terhadap biaya dana dan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang dalam bentuk valuta asing (misalnya US Dollar) mengingat hutang perusahaan yang telah mengikat secara siknifikan dalam satuan rupiah dan tingkat bunga untuk pinjaman dalam rupiah telah meningkat secara signifikan. Dan karena memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap palanggan maka perusahaan melakukan penurunan jumlah penjualan dan meningkatkan resiko kredit bawaan dalam piutang usaha.

Pendapatan perusahaan diterima dari pendapatan hasil operasi  dan pendapatan non operasi. Pendapatan operasi (operating revenue) adalah pendapatan yang diterima perusahaan yang berkaitan langsung dengan usaha pokok perusahaan, dimana unsure-unsur pendapatan operasi yaitu penjualan (sales) baik penjualan kotor (gross sales) maupun penjualan bersih (net sales). Penjualan PT Aneka Kemasindo Utama Tbk untuk 5 tahun terakhir kurang memberikan hasil yang baik.

Tabel

Penjualan dari tahun 2005-2009

No Tahun Penjualan
1 2005 25.513.656.484
2 2006 22.354.426.882
3 2007 23.065.063.658
4 2008 8.069.528.041
5 2009 2.562.041.001

Sumber data : Laporan keuangan PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk.

Didalam pengelolaannya perusahaan tidak lepas dari permasalahan  dimana keadaan penjuanlan bersih perusahaan hanya sekali mengalami kenaikkan. Seperti yang tergambar pada tabel diatas dimana pada tahun 2005 penjualan bersih perusahaan sebesar Rp 25.513.656.484 kemudian pada tahun 2006 mengalami penurunan menjadi  Rp 22.354.426.882  dan akhirnya walaupun hanya sedikit,  penjualan bersih perusahaan mengalami kenaikkan tahun 2007 menjadi Rp 23.065.063.658  namun pada tahun  2008 penjualan bersih perusahaan kembali turun menjadi Rp 8.069.528.041 dan pada tahun 2009 kembali turun menjadi Rp 2.562.041.001.

Untuk beban usaha perusahaan terus mengalami kenaikkan dimana tahun 2005 sebesar Rp. 1.513.660.054 kemudian tahun 2006 naik menjadi Rp. 1.798.416.876  sedangkan tahun 2007 menjadi Rp. 1.871.697.503 kembali naik tahun 2008 menjadi Rp 3.214.681.938 dan tahun  kemudian tahun 2009 naik lagi menjadi Rp. 5.483.472.187 . Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya penurunan penjualan tidak sebanding dengan beba usaha karena terjadi peningkatkan beban usaha perusahaan dimana  itu dapat mempengaruhi jumlah laba yang akan diperoleh oleh perusahaan.

PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk dari laporan laba-rugi untuk lima tahun terakhir hanya tahun 2005 dan 2006 yang memperoleh laba dimana tahun 2005 memperoleh laba sebesar Rp. 1.484.831.847 dan tahun 2006 sebesar Rp. 120.066.832 namun tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 perusahaan mengalami kerugian. Dimana tahun 2007 kerugian perusahaan sebesar Rp. 38.439.188, tahun 2008 Rp. 8.121.292.902 dan tahun 2009 sebesar Rp. 5.664.063.927.

Tabel

Perputaran Total Aktiva

Tahun Jumlah Perputaran
2005 0,62
2006 0,44
2007 0,43
2008 0,19
2009 0,08

Sumber data: Laporan keuangan PT Aneka Kemasindo Utama Tbk yang telah diolah

Perputaran Total aktiva PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk untuk 5 tahun terakhir mengalami penurunan dimana tahun 2005 sebanyak 0.62 kali, tahun 2006 0,44 kali, tahun 2007 turun menjadi 0,43 kali, kemudian tahun 2008 menjadi 0,19 kali dan tahun 2009 turun lagi menjadi 0,08 kali.

Dengan demikian pendapatan yang diperoleh perusahaan lewat penjualan bersih  tidak sebanding dengan beban yang dikeluarkan oleh perusahaan khususnya untuk pengeluaran beban usaha. Dan dari perputaran aktiva perusahaan dapat dilihat bahwa perusahaan tidak menggunakan aktivanya atau aset yang dimiliki secara efektif. Untuk itu perusahaan harus dapat mengelola keuangan dengan se-efisien mungkin dimana pendapatan yang diterima dari penjualan dapat membiayai beban-beban yang dikeluarkan untuk kegiatan perusahaan dengan seminimal mungkin sehingga akan menghasilkan laba.

Pengukuran efisiensi dilakukan dengan membandingkan keluaran dan masukan. Efisiensi berkaitan dengan suatu jumlah yang dikeluarkan untuk mencapai keluaran tertentu yang dipandang sebagai tujuan. Salah satu tujuan pengukuran efisiensi adalah untuk menilai keberhasilan para manajer mengelola suatu badan usaha, maupun unit-unit usaha yang ada dalam suatu perusahaan. Dengan adanya pengukuran efisiensi keuangan akan dapat memberikan jawaban kepada perusahaan terhadap sejauh mana hasil dicapai dari penggunaan sumber-sumber daya yang ada dengan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Efisiensi Keuangan Pada PT.Aneka Kemasindo Utama Tbk”.

  1. B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah digambarkan diatas, maka dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut:

  1. Terjadinya penurunan penjualan bersih dari tahun 2005 sampai tahun 2009
  2. Beban usaha perusahaan mengalami peningkatan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009
  3. Terjadinya penurunan perputaran total aktiva dari tahun 2005-2009
  4. Perusahaan mengalami kerugian dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009
  5. Pengelolaan keuangan yang belum efisien
  1. C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan permasalahan diatas, permasalahan dibatasi pada pengelolaaan keuangan yang belum efisien.

  1. D. Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari identifikasi masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah, yaitu:

“ Bagaimana pengelolaan efisiensi keuangan yang ada pada PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk?”

  1. E. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengelolaan efisiensi keuangan yang ada pada PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk.

  1. F. Manfaat Penelitian
  2. Manfaat Teoritis

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan sambungan pemikiran dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu ekonomi yaitu menejemen pada khususnya.

  1. Manfaat Praktis

Melalui penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dengan penelitian lainnya sehingga akan memberikan pemecahan masalah dalam menganalisa suatu laporan keuangan dalam hal ini dengan menggunakan rasio efisiensi atau rasio aktivitas pada PT Aneka Kemasindo Utama Tbk.

  1. G. Tinjauan Pustaka
  2. 1. Manajemen Keuangan

Menurut Agus Harjitno dan Martono SU (2005 : 4) Manajemen keuangan (financial manajemen) atau pembelanjaan adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Dengan kata lain menejemen keuangan merupakan manajemen (pengelolaan) mengenai bagaimana memperoleh asset dan mengelola asset untuk mencapai tujuan perusahaan.

Menurut (Weston dan Copeland, 1992: 2) Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Meskipun tugas dan tanggung jawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi : keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan.

Sedangkan menurut Jemes C. Van Home, dkk (1997:2) dalam buku prinsip-prinsip maajemen mengatakan bahwa manajemen keuangan adalah segala aktivitas berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh. Tujuan perusahaan yaitu manajemen keuangan yang efisien membutuhkan adanya tujuan dan sasaran, yang digunakan sebagai standar dalam memberikan penilaian keefisienan keputusan keuangan.

Menurut Bambang Riyanto, (2001:4) Keseluruhan aktivitas yang bersangkuta dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut disebut pembelanjaan perusahaan dalam artian yang luas (business finance) atau manajemen keuangan. Sedangkan pembelanjaan dalam artian yang sempit adalah aktivitas yang hanya bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana saja.

  • Fungsi Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan.

Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat (4) aspek yaitu:

  1. Pertama, yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
  2. Kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
  3. Ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
  4. Keempat, menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.

Dari ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

  • Keputusan dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan

Manajer keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah dilakukannya. Ada pun keputusan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer keuangan dikelompokkan ke dalam tiga (3) jenis:

  1. Mengambil keputusan investasi (investment decision), Menyangkut masalah pemilihan investasi yang diinginkan dari sekolompok kesempatan yang ada, memilih satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai paling menguntungkan.
  2. Mengambil keputusan pembelanjaan (financing decision), Menyangkut masalah pemilihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi, memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling murah.
  3. Mengambil keputusan dividen (dividend decision) atau dividen policy, Menyangkut masalah penentuan besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, stabilitas pembayaran dividen, pembagian saham dividen dan pembelian kembali saham-saham.

Keputusan-keputusan tersebut harus diambil dalam kerangka tujuan yang seharusnya dipergunakan oleh perusahaan yaitu memaksimumkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan adalah harga yang terbentuk seandainya perusahaan dijual. Apabila perusahaan “go public” maka nilai perusahaan ini akan dicerminkan oleh harga saham perusahaan tersebut. Dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka pemilik perusahaan menjadi lebih makmur sehingga mereka menjadi lebih senang.

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Perolehan dana dengan biaya murah.
  2. Penggunaan dana efektif dan efisien
  3. Analisis laporan keuangan
  4. Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.
  • Kedudukan Manajer Keuangan Dalam Struktur Organisasi Perusahaan

Di dalam perusahaan yang besar bidang keuangan dipimpin oleh seorang manajer keuangan (chief financial manager). Manajer keuangan atau sering disebut direksi keuangan melaporkan secara langsung kepada direktur keuangan atau presiden direktur. Sedangkan di dalam departemen keuangan dalam suatu perusahaan dibagi lagi ke dalam beberapa bagian/divisi yang dipunyai oleh seorang kepada divisi meliputi:

  1. Divisi anggaran, bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan memperbaiki bugdet operasi (operating bugdet).
  2. Divisi penganggaran modal (capital budgeting) yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan analisis pengeluaran modal.
  3. Divisi perencanaan keuangan, yang bertanggung jawab untuk mengambil alternatif pemenuhan kebutuhan dana jangka panjang.
  4. Divisi perencanaan keuangan jangka pendek, yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan dana jangka pendek, serta investasi jangka pendek pada surat berharga (marketable securities).
  5. Divisi kredit, bertanggung jawab untuk menentukan kredit yang akan diberikan kepada langganan, disamping itu divisi ini juga bertanggung jawab dalam negoisasi dengan kreditor (lembaga keuangan Bank dan bukan Bank).
  6. Divisi hubungaan masyarakat (human relation), bertanggung jawab terhadap pembentukan image/komunikasi antara perusahaan, pemegang saham, para investor dan masyarakat keuangan secara umum.
  • Tujuan Manajemen Keuangan Pada Perusahaan

Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan (The Main Objective of Financial Management) adalah memaksimumkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran pemegang saham, bukan memaksimumkan profit. Arti memaksimumkan profit, berarti mengabaikan tanggung jawab social, mengabaikan risiko, dan berorientasi jangka pendek. Sedangkan arti memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau nilai perusahaan sebagai berikut:

  1. Berarti memaksimumkan nilai sekarang (present value) semua keuntungan di masa datang yang akan diterima oleh pemilik perusahaan.
  2. Berarti lebih menekankan pada aliran hasil bukan sekedar laba bersih dalam pengertian akuntansi.

Akan tetapi dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan meningkat, sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektifitas perusahaan. Berdasarkan alasan itulah, maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan, atau memaksimalisasikan harga saham. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi.

Memaksimumkan kemakmuran pemegang saham/pemilik perusahaan tidak mengingkari adanya social objectives dan kewajiban sosial. Tanggung jawab sosial adalah satu aspek penting dari tujuan perusahaan, maksudnya:

  1. Keberhasilan memaksimumkan nilai perusahaan akan memberikan sumbangan yang berarti kepada lingkungan sosial secara keseluruhan. Artinya jika manajemen keuangan menuju pada maksimalisasi harga saham, maka diperlukan manajemen yang baik dan efisien sesuai dengan permintaan konsumen.
  2. Pengaruh (dampak) lingkungan eksternal seperti polusi, keselamatan kerja, keamanan produk juga harus diperhitungkan. Dimana perusahaan yang berhasil selalu menempatkan efisiensi dan inovasi sebagai prioritas, sehingga menghasilkan produk baru, penemuan teknologi baru dan perluasan lapangan pekerjaan.
  3. Kepekaan terhadap faktor eksternal merupakan salah satu syarat penting agar perusahaan tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Faktor-faktor luar seperti pencemaran lingkungan, jaminan keamanan produk dan keselamatan kerja menjadi lebih penting untuk dipertimbangkan. Fluktuasi di semua tingkat kegiatan bisnis dan perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi pasar keuangan merupakan aspek penting dari lingkungan luar.
  4. Perusahaan harus dapat memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dalam kendala legal dan sosial dan bertanggung jawab terhadap perubahan lingkungan. Kerjasama antara industri dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan peraturan yang mengatur perilaku perusahaan, dan sebaliknya perusahaan mematuhi peraturan tersebut.

Tujuan perusahaan pada dasarnya adalah memaksimumkan nilai perusahaan dengan pertimbangan teknis sebagai berikut :

  1. Memaksimumkan nilai bermakna lebih luas daripada memaksimumkan laba, karena memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
  2. Memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan berbagai resiko terhadap arus pendapatan perusahaan.
  3. Mutu dari arus dana yang diharapkan diterima di masa yang akan datang mungkin beragam.

(http://prasasto.blogspot.com/2008/08/rangkuman-materi-manajemen-keuangan-i.html)

Prinsip manajemen perusahaan menuntut agar baik dalam memperoleh maupun dalam menggunakan dana harus didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas. Dengan demikian maka pembelanjaan perusahaan atau manajemen tidak lain adalah manajemen untuk fungsi-fungsi pembelanjaan. Dalam pengertian manajemen terkandung fungsi-fungsi pembelanjaan, pengarahan, dan pengemdalian. Berhubungan engan itu maka perlu ada perencanaan dan pengendalian yang baik dalam menggunakan maupun dalam pemenuhan kebutuhan dana. Fungsi pembelanjaan dalam perusahaan meliputi fungsi penggunaan dana atau pengalokasian dana (use/allocation of funds) dan fungsi pemenuhan kebutuhan dana atau fungsi pendanaan (financing;obtaining of funds).

Fungsi pendanaan dana harus dilakukan secara efisien. Ini berarti bahwa setiap rupiah dana yang tertanam dalam aktiva harus dapat diguakan seefisien mungkin untuk dapat menghasilkan tingkat keuntungan investasi atau rentabiltas yag maksimal. Efisiensi penggunaan dana secara langsung akan menetukan besar kecilnya tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut atau rentabilitas.

Fungsi pemenuhan kebutuhan dana atau fungsi pendanaan juga harus dilakukan secara efisien. Manajer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan. Manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan biaya dari masing-masing sumber dana mempunyai konsekuensi financial yang berbeda-beda.

Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of funds) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of funds). http://indoskripsi.com

  1. 2. Laporan Keuangan

Menurut Zaki Baridwan (1992 : 17) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

Menurut Drs.S.Munawir Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

Menurut Satandar Akuntasi Keuangan (1999 : 2) menyebutkan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan ini serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Menurut H.Kusnadi, dkk (2004 : 2)  Laporan keuangan adalah suatu daftar keuangan yang dibuat pada akhir periode yang berasal dari catatan aktivitas perusahaan selama periode tertentu yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan saldo laba, laporan arus kas dan laporan perubahan modal.

Menurut Haryanto Yusup (2003 : 11) Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi. Dalam definisi diatas disebutkan bahwa akuntansi merupakan suatu proses yang meliputi pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan dari suatu organisasi. Kegiatan pencatatan dan penggolongan adalah proses yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang setiap kali terjadi transaksi keuangan. Sedangkan kegiatan pelaporan dan penganalisisan biasanya hanya dilakukan pada waktu tertentu.

Jumingan (2005:4) mengemukakan bahwa laporan keuangan merupakan hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini disusun dan ditafsirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak lain yang menaruh perhatian atau mempunyai kepentingan dengan data keuangan perusahaan.

Sedangakan menurut Bambang Riyanto (2001:327) laporan finansiil (financial statement) memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansiil suatu perusahaan, dimana naraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi laba (income statement) mencerminkan hasil yang dicapai selama satu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun.

Menurut H. Sutrisno (2005:9) laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni neraca dan rugi laba. Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan didalam mengambil keputusan. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut antara lain manajemen, pemilik, kreditor, investor, dan pemerintah.

Laporan keuangan menurut Sofyan Syarif Harahap (2004:1) menganalisis laporan keuangan berarti menggali lebih banyak informasi yang dikandung suatu laporan keuangan sebagaimana diketahui laporan keuangan adalah media informasi yang merangkum semua aktivitas perusahaan. Jika informasi ini disajikan benar, informasi tersebut sangat berguna bagi siapa saja untuk mengambil keputusan tentang perusahaan yang dilaporkan tersebut. Laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis perusahaan.

Laporan keuangan adalah suatu penyajian data keuangan termasuk catatan yang meneyertainya, bila ada, yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan sumber daya ekonomi (aktiva) dan atau kewaiban suatu entitas pada saat tertentu atau perusahaan atas aktiva dan atau kewajiban selama suatu periode tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Menurut standar akuntasi keuangan yang dikeluarkan oleh ikatan akuntansi Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan disusun sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan seluruh pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan misalnya investor, pemilik, peminpin perusahaan, pemerintah dan kreditor.

Tujuan laporan keuangan menurut IAI (2002 : 4)

  1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan serta perusahaan yang bermenfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  2. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, Laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
  3. Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusa ekonomi, keputusan ini mungkin mencakup keputusan untuk menanam atau menjual invesatsi mereka dalam perusahaan atau mengangkat dan mengganti manajemen.
  1. 3. Konsep efisiensi

Suatu tindakan dikatakan efisien apabila berbagai sumber seperti dana, tenaga, sarana da waktu yang diguakan karyawan dalam penyelenggaraan seluruh kegiatan organisasi (perusahaan) haruslah lebih kecil dibandingkan dengan hasil yang diperoleh melalui proses yang telah ditetapkan, sebaliknya jika berbagai sumberdaya yang digunakan lebih besar dari hasil yang diperoleh, berarti bahwa proses manajemen dan pengelolaan sumber itu tidak efisien. Jika demikian dalam proses penyelenggaraan berbagai macam kegiatan terjadi berbagai bentuk pemborosan. Walaupun pada kenyataan yang ada tersebut tidak diharapkan untuk terjadi namun harus ada antisipasi dari pimpinan perusahaan untuk menggunakan sumber-sumber yang ada secara tepat dan efisien.

Menurut Drucker, efisiensi berarti mengerjakan sesuatu dengan benar (doing the right). Dalam bahasa yang sederhana efisiensi itu menunjukkan kemampuan organisasi dalam menggunakan sumber daya dengan benar dan tidak ada pemborosan.

Kata efisien sesuai yang ada dalam buku Ensiklopedi Indonesia adalah merupakan suatu usaha dibidang produksi untuk menghindari segala pemborosan bahan maupun tenaga kerja serta gejala-gejala lain yang merugikan (Enslikopedi Indonesia Edisi 2 hal 884).

Dari sudut pandang pengalokasian asset, efisiensi bisa diartikan sebagai pengaplikasian  teknologi yang memerlukan biaya operasi paling murah. Sedangkan jika dipandang dari sudut pandang investasi efisiensi berati bahwa harga pasar yang terbentuk sudah mencerminkan semua informasi yang tersedia.

Menurut James A. F Stoner dkk, (1996:9) dalam bukunya management, efficiency (efisiensi) adalah kemampuan untuk meminimalkan penggunaan sumber daya dalam mencapai tujuan organisasi.

Menurut H. Kusnadi, dkk (2004) dalam bukunya pengantar bisnis dan wirausaha, efisiensi adalah membiayai suatu aktivitas (transaksi) dengan jumlah tertentu dengan hasil semaksimal mungkin. Prinsip efisiensi menekannya pada penggunaan sumber daya bisnis dengan pengorbanan serendah mungkin sehingga tidak akan menimbulkan banyak pemborosan. Dengan adanya prinsip efisiensi maka pemakaian sumber daya bisnis dapat didayagunakan sehemat mungkin sehingga akan banyak umat manusia yang dapat mengkonsumsinya.

T. Hani Handoko (1997:7) mengemukakan bahwa efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Ini merupakan konsep matematik atau merupakan perhitungan ratio antara keluaran (output) dan masukan (input).

Menurut Nordhaus D William, dkk (1993) mengatakan bahwa efisiensi adalah pemanfaatan sumberdaya ekonomi dengan cara yang paling efektif, sedangkan menurut Richard Lipsey, efisiensi adalah bahwa output yang dihasilkan harus dihasilakan dengan produksi yang serendah mungkin. Jadi menurut pendapat tersebut disimpulkan bahwa efisiensi adalah usaha untuk memperoleh hasil yang maksimal mungkin dengan menggunakan sumber daya yang seminimal mungkin.

Terepas dari tujuan organisasi atau perusahaan, efisiensi merupakan salah satu factor yang turut menunjang kegiatan tersebut, dalam mencapai tujuan keseluruhan juga menjadi salah satu factor yang menentukan keberhasilan kerja, seperti halnya ukuran efisiensi memperlihatkan dua aspek yang ada yaitu:

  • Hubungan keluaran terhadap masukan, yaitu keluaran yang dihasilkan oleh masukan yang tersedia, dengan memperhatikan apakah keluaran itu bermanfaat dalam arti diperlukan sekarang atau beberapa waktu yang akan datang.
  • Penggunaan sumber daya atau kuantitas dari masukan-masukan yang dipakai, dibandingkan dengan kapasitas total yang tersedia.
  1. 4. Pengukuran efisiensi

Umumnya pengukuran efisiensi dilakukan dengan membandingkan keluaran dan masukan. Efisiensi berkaitan dengan suatu jumlah yang dikeluarkan untuk mencapai keluaran tertentu, yang dipandang sebagai tujuan. Salah satu tujuan pengukuran efisiensi adalah untuk menilai keberhasilan para manajer mengelola suatu badan usaha, maupun unit-unit usaha yang ada dalam perusahaan.

Analisis efisiensi dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan atau melakukan prediksi laba yang akan diperoleh perusahaan dimasa yang akan datang, karenanya analisis ini menjadi penting dilakukan unutk menilai kinerja perusahaan.

Tantangan dunia bisnis saat ini tampaknya mengarah pada peningkatan efisiensi. Untuk itulah diperlukan analisis efisiensi terhadap perusahaan. Pengukuran efisiensi dapat dilakukan melalui financial management, business performance, dan organizational effectiveness. Dari tiga hal tersebut yang paling penting dalam pengukuran efisiensi adalah dengan menggunakan financial management.

Efisiensi suatu perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio (nisbah). Rasio tersebut dibandingkan denga rasio yang sama dengan tahun atau periode sebelumnya, atau dibandingkan dengan rasio industri yang sejenis. Perbandingan ini dapat diketahui dan dianalisis perkembangan dari sudut efisiensi.

Untuk mengukur efisiensi dan produktivitas suatu sistem maka perlu dilakukan pengukuran secara kuantitatif masukan dan keluaran dari sistem tersebut. Dan pada umumnya efisiensi dan produktifitas diukur dengan menggunakan rasio.

  1. 5. Rasio efisiensi

Menurut Agus Harjitno dan Martono SU (2005:55) Rasio aktivitas (activity ratio) atau dikenal juga sebagai rasio efisiensi yaitu rasio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset-asetnya. Artinya dalam hal ini adalah mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola persediaan bahan mentah, barang dalam proses dan barang jadi serta kebijakan manajemen dalam mengelola aktiva lainnya dan kebijakan pemasaran. Rasio aktivitas menganalisis hubungan antara laporan laba-rugi, khususnya penjualan, dengan unsur-unsur yang ada pada neraca, khususnya unsur-unsur aktiva. Rasio aktivitas ini diukur dengan istilah perputaran unsur-unsur aktiva yang dihubungkan dengan penjualan.

  1. Receivable Turnover ( perputaran piutang) memberikan wawasan tentang kualitas piutang perusahaan (piutang dagang) dan kesuksesan perusahaan dalam mengumpulkan piutang dagang tersebut. Rata-rata umur piutang melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk melunasi piutang yang dipunyai oleh perusahaan (mengubah piutang menjadi kas). Semakin lama rata-rata piutang, berarti semakin besar dana yang tertanam pada piutang.
Penjualan kredit bersih setahun
Rata-rata piutang

Perputaran piutang

  1. Inventory Turnover (perputaran persediaan) dihitung dengan cara membagi harga pokok penjualan (cost of good sold) dengan rata-rata persediaan. Rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola persediaan.
Harga pokok penjualan
Rata-rata persediaan

Inventory turnover      =

  1. Receivable turnover in days (perputaran piutang harian) disebut juga average collection period yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengumpulkan jumlah piutang dalam setiap jangka waktu tertentu.
Jumlah hari dalam 1 tahun (365)
Perputaran piutang

Average collection period =

  1. Total asset turnover (perputaran aktiva) yaitu mengukur perputaran dari semua asset yang dimiliki perusahaan. Total assets turnover dihitung dari pembagian antara penjualan dengan total asetnya
Penjualan bersih
Total aktiva

Total assets turnover (TATO) =

Sedangkan menurut Mamduh M Hanafi dalam bukunya Manajemen Keuangan (2008:38) mengatakan bahwa rasio aktivitas digunakan untuk melihat seberapa besar efisiensi penggunaan asset oleh perusahaan. Rasio ini melihat seberapa besar dana tertanam pada aset oleh perusahaan jika dana yang tertanam pada aset tertentu cukup besar, sementara dana tersebut mestinya bisa dipakai untuk investasi pada asset lain yang lebih produktif, maka profitabilitas perusahaan tidak sebaik yang seharusnya. Ada beberapa rasio aktivitas yang dibicarakan antara lain: rata-rata umur piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva.

Sedangkan menurut Napa J Awat (1999:387) Rasio aktivitas (activity asset utilization ratio) menunjukkan seberapa cepatnya unsur-unsur aktiva itu dikonversikan menjadi penjualan ataupun kas. Semua rasio likuiditas tidak menunjukkan likuiditas nyata, sebab hanya menunjukkan perbedaan antara aktiva lancar dan hutang lancar, sedangkan rasio aktivitas ini menilai kegiatan yang mampu mempercepat terciptanya likuiditas. Rasio aktivitas ini meliputi account receivable ratio, inventory ratio, operating cycle, dan total asset turnover.

1)         Account receivable ratio

Account receivable ratio terdiri dari perputaran piutang (receivable turnover), dan rata-rata pengumpulan piutang (average collection period). Dengan account receivable turnover kita mengetahui jumlah waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang selama satu tahun yang dapat dihitung dengan cara membagi penjualan kredit dengan rata-rata piutang. Dengan menganggap seluruh penjualan sebagai penjualan kredit maka account receivable ratio.

Penjualan kredit bersih
Rata-rata piutang

Account receivable turnover =

2)         Inventory ratio

Dengan inventory ratio ini akan dihitung kemampuan persediaan berputar selama satu tahun yang diukur dengan menggunakan inventory turnover, dan waktu rata-rata dari persediaan tertahan digudang.

Harga pokok penjualan
Rata-rata persediaan

Inventory turnover =

3)         Operating cycle

Untuk mengetahui siklus operasi dalam bisnis tertentu digunakan ukuran operating cycle yang menunjukkan jumlah hari yang diperlukan untuk mengkonversikan persediaan menjadi piutang sehingga kembali menjadi uang kas.

Operating cycle : average collection period + average age of inventory

4)         Total asset turnover

Total asset turnover ini menunjukkan kemampuan total aktiva untuk berputar selama satu tahun untuk menghasilkan penjualan yang dapat dihitung dengan cara membagi penjualan bersih dengan rata-rata total aktiva.

Penjualan bersih
Total aktiva rata-rata

Total asset turnover =

  1. H. Kerangka Berpikir

Untuk meningkatkan kelangsungan hidup dari perusahaan, maka setiap perusahaan harus mempunyai cara atau metode untuk memformulasikan dan menetapkan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan. Penempatan starategi yang handal oleh pimpinan perusahaan harus didukung pula dengan penggunaan sumber-sumber daya yang ada seefisien mungkin dimana kemampuan untuk menghasilkan output tertentu dengan menggunakan input seminimal atau seefisien mungkin. Dengan adanya prinsip efisiensi tersebut maka hasil yang didapat berkaitan dengan suatu jumlah yang dikeluarkan untuk mencapai output tertentu, yang dapat dipandang sebagai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan harus memiliki cara atau metode yang tepat sebagai alat yang digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelolah keuangannya dengan efisien.

  1. I. Metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, maksudnya penelitian yang berusaha untuk menentukan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data yang menyajikan, menganalisa, dan menginterpretasikannya, tujuannya untuk pemecahan masalah secara sistematis dan faktuar mancari fakta-fakta. (Cholid Murboko 2001).

  1. J. Variabel Penelitian

Untuk memecahkan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya maka variabel-variabel penelitian yang diukur adalah:

  1. Receivable turnover               =
  • Penjualan kredit selama setahun
  • Rata-rata piutang
  1. Inventory turnover                 =
  • Harga pokok penjualan
  • Rata-rata persediaan
  1. Average collection period       =
  • Jumlah hari dalam setahun
  • Perputaran piutang
  1. Total assets turnover (TATO) =
  • Penjualan bersih
  • Total aktiva
  1. K. Teknik pengumpulan Data

Dalam memperoleh data, penulis menggunakan akses media internet yaitu pada website – website yang berhubungan dan mendukung untuk penelitian ini. Selain itu, penulis juga menggunakan buku – buku atau literatur yang mendukung penelitian ini.

  1. L. Populasi dan sampel
    1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan karakteristik yang diteliti yang berhubungan dengan rasio efisiensi (rasio aktivitas) unit populasinya adalah laporan keuangan PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk.

  1. Sampel

Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling yaitu laporan keuangan PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk pembukuan selama 5 tahun yakni 2005, 2006, 2007, 2008, dan 2009.

  1. L. Teknik analisis data

Dalam teknik analisis data yang ada, maka penulis menggunakan analisis rasio pembukuan selama 5 tahun periode, rasio yang digunakan adalah rasio efisiensi (rasio efektivitas) dengan metode perhitungan sebagai berikut:

a)      Receivable Turnover

b)      Inventory Turnover

c)      Average collection periode

d)     Total assets turnover (TATO)

by: Agus Hartjitno dan Martono SU (2005:55)

  1. M. Tempat dan Waktu penelitian
  • Tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan pada  PT. Aneka Kemasindo Utama Tbk di Tangerang – Banten.

  • Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan.

Daftar Pustaka

Agus Hartjito dan Martono SU, 2005, Manajemen Keuangan, ekonosia, Yogyakarta.

Lukas Setia Atmaja Phd, 2008, Manajemen Keuangan teori dan praktik, ANDI, Yogyakarta.

Mamdu M Hanafi, 2008, Manajemen Keuangan, BPFE, Yogyakarta.

Agus Sartono, 2001, Manajemen Keuangan teori dan aplikasi, BPFE, Yogyakarta.

Siswanto, 2006, Pengantar Manajemen, Bumi aksara, Bandung.

Amirullah dan Haris Budiyono, 2004, Pengantar Manajemen, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Jumingan, 2005, Analisis Laporan keuangan, Bumi Aksara, Jakarta.

http://prasasto.blogspot.com/2008/08/rangkuman-materi-manajemen-keuangan-i.html

http://www.idx.co.id/eReport/IssuerProfile/tabid/232/language/id-ID/kd/AKKU/Default.aspx

http://indoskripsi.com