BAB 10

RENCANA DAN PERENCANAAN USAHA :

HUBUNGAN TIMBAL BALIK

ANTARA RENCANA

DEFINISI PERENCANAAN USAHA

Konsep perencanaan usaha bukan hal yang baru.Banyak perusahaan telah mempergunkan rencana-rencana formal atau terorganisir selama bertahun-tahun.Akan tetapi yang berbeda adalah timbulnya sistem perencanaan yang komprehensif dan pengertian baru mengenai keperluan untuk membuat rencana apakah itu disebabkan pengaruh buruk inflasi,meningkatnya persaingan luar negeri,bertambahnya tanggung jawab social dari perusahaan atau cepatnya perubahan teknologis.

Rencana adalah suatu cara bertindak yang ditetapkan lebih dahulu.Proses berpikir ke depan,mengambil suatu keputusan tentang cara bertindak setelah mempertimbangkan banyak kemungkinan alternative yang tersedia,adalah merupakan proses perencanaan.Sesuai dengan itu,suatu rencana harus mengenai ketiga factor berikut :

  • Harus melibatkan masa yang akan datang
  • Harus ada tindakan
  • Harus mengenal/memberi penilaian terhadap struktur organisatoris dari tanggung jawab,wewenang,dan keadaan yang dapat diminta tanggung jawab atas terjadinya tindakan dalam suatu perusahaan tertentu.

Suatu rencana merupakan penetapan lebih dahulu untuk mengambil tindakan yang memberi cirri/membedakan perencanaan dari cara berpikir lain mengenai masa yang akan datang.Peramalan ( forecasting ) dapat meliputi prediksi mengenai masa mendatang sampai tingkat tertentu,tetapi tidak mesti meliputi pengambilan tindakan di masa mendatang oleh perencana atau perusahaan.Tetapi perencana, dengan menggunakan pengetahuan demikian,dapat menetapkan suatu cara bertindak untuk mencapai tujuannya.

KERANGKA UNTUK PERENCANAAN USAHA

Mungkin cara yang paling baik untuk memahami apa yang membentuk perencanaan perusahaan yang baik,adalah dengan memperkenalkan tiga elemen yang terpisah tetapi berhubungan,yaitu :

  • Sistem dari rencana yang mencakup keseluruhannya,yaitu untuk seluruh kegiatan perusahaan dan untuk semua masa perencanaan dan hubungan antara satu sama lainnya.
  • Elemen-elemen dasar yang harus melekat pada setiap rencana tindakan yang sehat.
  • Proses yang teratur,melalui mana akan dirumuskan rencana.

SISTEM RENCANA

Sebagaimana dapat dilihat dari gambar itu,ada tiga komponen utama dalam suatu struktur perencanaan yang terintegral,yaitu :

  • Pada puncak adalah “ rencana strategis “,yang mencoba menggariskan secara umum karakteristik-karakteristik dan sasaran-sasaran perusahaan.
  • Yang berasal dari rencana strategis adalah “ rencana pengembangan “ perusahaan yang meliputi pengembangan produk dan pasar baru.
  • Yang juga berasal dari rencana strategis adalah “ rencana operasi “,yang terutama berfokus pada generasi produk-produk dan pasar-pasar yang telah ada.

HUBUGAN WAKTU DENGAN PERENCANAAN

Menurut pengertiannya,perencanaan dapat dijelaskan sebagai suatu kesempatan untuk mempertimbangkan dan mencoba harta yang bernilai ( termasuk manusia dan bahan ) dari sebuah perusahaan sebelum mengikatnya dengan resiko.Adalah jelas bahwa pada jenis perusahaan perkebunan atau perusahaan industri tertentu,periode yang dipertimbangkan hanya akan melampaui masa yang segera/terdekat.Ini sewajarnya harus mencakup “ perencanaan jangka panjang “.Perbedaan dalam waktu perencanaan ini dapat dilihat lebih baik dalam hubungannya dengan “ generasi “ produk dan pasar.Sebuah perusahaan mempunyai produk-produk sekarang yang dijual dalam pasar-pasar sekarang,tetapi suatu waktu mendatang yang tidak diketahui,produk dan pasar yang telah ada ini akan terdesak dan diganti oleh produk-produk baru atau pasar baru.Mungkin dapat dikatakan,bahwa pertimbangan perusahaan yang sama yang mengakui tidak dapat dihindarkannya perubahan atau evaluasi dari berbagai hal,juga memahami keperluan adanya proses perencanaan yang sempurna.Namun demikian,dapat disimpulkan dari diagaram bahwa perusahaan ini harus mencapai setidak-tidaknya laju pertumbuhan dari keseluruhan industri yang sejenis melalui pengembangan baru,termasuk penilaian kembali terhadap usaha yang telah ada dan terhadap proyek-proyek riset serta pengembangan yang ada sekarang.Dan proses ini,jika dilaksanakan dengan tepat,akan melibatkan semua fase perencanaan perusahaan.

MASA PERENCANAAN-BERAPAKAH LAMANYA “JANGKA PANJANG?”

Perencanaan strategis kadang-kadang dinamakan “ perencanaan jangka panjang “.Setiap perusahaan mempunyai karakteristik-karakteristik yang perlu diidentifikasikan dalam menetapkan periode waktu perencanaan.Penyelidikan-penyelidikan tentang hal ini menunjukkan,bahwa dia antara perusahaan-perusahaan yang melakukan perencanaan jangka panjang,periode yang paling umum adalah lima tahun,meskipun terdapat kecenderungan menuju jangka waktu yang lebih jauh/panjang di masa mendatang.

Beberapa factor yang menjadi pedoman dalam memilih masa perencanaan yang wajar adalah sebagai berikut :

  • LEAD TIME UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK.Ini meliputi jangka waktu mulai dari adanya ide mengenai produk baru sampai peranangan,pengolahan dan pendistribusian ( penjualan ) telah selesai.Sebuah perusahaan mungkin memerlukan tiga bulan,sedangkan perusahaan lainnya memerlukan beberapa tahun sebagai lead time ( waktu yang diperlakukan )nya.
  • MASA KEHIDUPAN PRODUK.Lamanya waktu sebelum produk dianggap ketinggalan zaman jelas merupakan factor yang akan dijadikan sebagai pertimbangan /pedoman.
  • WAKTU UNTUK PENGEMBANGAN PASAR.Waktu yang diperlukan dapat sangat bervariasi,daru beberapa tahun untuk suatu produk industri yang sangat rumit mungkin hanya beberapa minggu untuk mode-mode pakaian.
  • WAKTU UNTUK PENGEMBANGAN BAHAN BAKU DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA.Beberapa idustri ekstraktif seperti pertambangan bijih besi atau pemboran minyak mungkin memerlukan waktu satu dasawarsa untuk perencanaan di muka.
  • WAKTU UNTUK PEMBANGUNAN FASILITAS FISIK.Bagi banyak pabrik,masa minimum dua tahun diperlukan untuk merancang dan mengkonstruksikan pabrik dan peralatannya.
  • MASA PENGEMBALIAN INVESTASI MODAL.Jelas bahwa waktu suatu investasi modal dalam peralatan dapat ditutup kembali ( pay out period ) harus dipertimbangkan.Pengembalian investasi modal dapat terjadi dalam beberapa bulan pada bidang-bidang usaha yang sangat spekulatif dan menguntungkan,seperti bahan-bahan kimia tertentu,sampai mungkin melebihi satu dasawarsa pada lapangan-lapangan usaha untuk listrik,cirri komunikasi umum ( public utilities ).

RENCANA STRATEGIS

Jadi perencanaan strategis dimulai dari sekarang sampai periode paling jauh yang telah dipilih untuk tujuan perencanaan,dan oleh karena itu harus dimasukkan dalam siklus perencanaan.Tujuan perencanaan strategis adalah untuk merumuskan pedoman dan kebijaksanaan perusahaan yang menjadi dasar untuk rencana-rencana tingkatan berikutnya yaitu rencana pengembangan dan rencana operasi.Rencana strategis memusatkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan,bahaya-bahaya,dan kesempatan-kesempatan yang dihadapi perusahaan.Rencana strategis menentukan keputusan-keputusan pokok yang harus dibuat dan biasanya menetapkan pedoman-pedoman dan batas-batas waktu untuk melakukannya.Proses itu menuntun perusahaan dalam pengambilan keputusan mengenai generasi produk-produk sekarang dan juga mengenai generasi berikut dan seterusnya dari produk dan pasar.Proses berfikir dan berkomunikasi ini dapat membantu memberi jaminan,bahwa rencana dan keputusan dari berbagai unit akan menggerakkan perusahaan ke tujuan yang telah disetujui bersama.

Suatu rencana strategis mungkin harus mencakup komponen-komponen berikut ini :

  • Suatu pernyataan yang jelas dan dapat dimengerti mengenai tujuan pokok dari perusahaan.Contoh dari pernyataan ini adalah : mempertahankan bagian/saham yang sama dalam pasar;mempertahankan prestasi keuangan pada tingkat yang ada di bawah tingkatan sekarang;mengembangkan kemampuan baru dari perusahaan yang memungkinkan untuk memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan untuk jenis industri yang bersangkutan.
  • Suatu strategi atau cara yang telah dipertimbangkan dengan teliti untuk mencapai tujuan pokok perusahaan.Ini harus meliputi tindakan-tindakan khusus tertentu,seperti :
  1. Mengeliminasi divisi daerah E dan daerah pasar R.
  2. Mempercepat program advertasi pada daerah R
  3. Membangun kompetensi Riset dan Pengembangan pada lini produk X.
  4. Mengadakan diversifikasi dengan menambah lini produk S.
  • Suatu pernyataan mengenai sasaran-sasaran khusus yang akan dicapai di dalam strategi dan suatu cara pengukuran kemajuan terhadap setiap sasaran.Contohnya meliputi sasaran-sasaran yang dapat dinyatakan dalam satuan uang seperti tertera pada hal. 142
  • Suatu pernyataan mengenai asumsi atau kondisi yang dipergunakan atau yang diperlukan untuk mencapai sasaran.Ini dapat meliputi yang hal-hal berikut ini :
  1. Adanya kepastian mengenai investasi luar negeri
  2. Keputusan-keputusan Departemen Kehakiman yang menguntungkan atas kasus-kasus yang masih dalam perkara.
  3. Kenaikan GNP minimal 3,5 % per tahun.
  4. Tersedianya pembiayaanyang cocok dengan biaya dibawah 11 % per tahun
  5. Pendirian sebuah pusat computer untuk aplikasi-aplikasi ilmiah.

BEBERAPA TUJUAN PERENCANAAN STRATEGIS

Telah dikemukakan sebelum ini,bahwa perencanaan strategis memungkinkan perusahaan melakukan percobaan dengan hartanya sebelum melakukan komitmen dengan resiko.Mungkin adalah berguna untuk mengikhtisarkan beberapa sasaran dari perencanaan strategis.Prosesnya harus mewujudkan hal-hal berikut :

  • Menaikkan sensivity ( kepekaan ) dari organisasi terhadap seluruh lingkungan social,ekonomis,politis,teknologis,dan kompetitif-yaitu factor-faktor ekstrern yang mempengaruhi perusahaan.
  • Memungkinkan adanya evaluasi mengenai kesempatan strategis dan memungkinkan adanya penyidikan mengenai trade-off sehubungan dengan pengalokasian sumberdaya.
  • Menekankan resiko yang ada dalam setiap alternative langkah strategis.
  • Menyebabkan adanya analisa dan tinjauan yang lebih tajam dan lebih konstruktif mengenai strategi dan rencana dasar pada semua tingkatan.
  • Mengkomunikasikan menurut suatu cara yang lebih spesifik-kepada semua anggota mengenai-arah yang menjadi haluan perusahaan-sebagai suatu kekuatan pemersatu.

RENCANA PENGEMBANGAN PERUSAHAAN

Selain rencana strategis juga terdapat rencana pengembangan perusahaan ( corporate development plan ).Rencana yang demikian dapat dikatakan terutama berhubungan dengan kegiatan pengembangan produk baru dan pasar baru,yaitu yang berhubungan dengan tindakan atau metode dengan mana generasi baru dari berbagai produk dan/atau pasar dapat bergabung dengan produk dan/atau pasar yang telah ada.

Kegiatan pengembangan yang berorientasi pada produk dan pasar ini,akan berhubungan terutama dengan hal-hal sebagai berikut :

  • Penciptaan kondisi atau suasana perusahaan yang memelihara dan mendorong terciptanya atau ditemukannya produk dan pasar baru.
  • Pengumpulan data yang berhubungan untuk mengidentifikasikan bidang-bidang yang mempunyai hasil pengembalian ( return ) yang secara potensial paling tinggi atas sumber-daya perusahaan.Tentunya sebagai akibat wajar dari usaha ini adalah ditetapkannya prosedur yang perlu,untuk dapat mengidentifikasi bidang-bidang yang pertumbuhannya kurang dikehendaki ( termasuk produk yang telah ada,dan lain-lain ).
  • Penetapan kebutuhan sumberdaya dan penjadwalan yang diperlukan untuk menjalankan program tatkala telah memasuki operasi normal.

Dapat dilihat dalam gambar 10.1,bahwa rencana pengembangan perusahaan terdiri dari beberapa bagian : pertama Rencana Pelepasan,yang berhubungan dengan penjualan atau peleburan ( merger ) atau penutupan bagian atau divisi utama dari perusahaan;kedua,Rencana Diversifikasi,yang berhubungan dengan produk baru untuk pasar baru dan juga mempertimbangkan,apakah pencapaian pada pasar-pasar itu harus melalui pangambilalihan ( aquisisi ) atau penggabungan ( merger ) di satu pihak,atau melalui pengembangan intern dari produk-produk baru di lain pihak;ketiga,Rencana  Penelitian dan Pengembangan,yang menyangkut banyak aspek penelitian ( riset ) dan pengembangan seperti gambar 10.1.

RENCANA OPERASI

Rencana eselon kedua yang lain adalah apa yang dinamakan sebagai “ rencana operasi “.Kedua rencana ini terutama berhubungan dengan tindakan masa sekarang dari perusahaan.Pada dasarnya rencana seperti ini mencakup kegiatan jangka dekat dan meliputi setiap fungsi perusahaan.Rencana ini menghadapi dan mempengaruhi fungsi-fungsi,baik yang langsung maupun yang tidak langsung,yang terlibat dalam mendistribusikan produk-produk generasi sekarang kepada pasar yang telah ada.

Pada dasarnya rencana yang demikian berhubungan dengan pengembangan rencana operasi untuk satu atau dua tahun berikutnya.Rencana ini bersifat terperinci dan menetapkan rencana-rencana per fungsi,yang secara keseluruhan menjadi “ rencana tahunan “ ( annual plan ) atau nama lain yang sesuai.

ELEMEN-ELEMEN DASAR DALAM SETIAP RENCANA

Rencana dapat berbeda dalam periode waktu atau dalam pokok persoalan yang tercakup.Tetapi pertimbangan yang matang akan menunjukkan,bahwa setiap rencana yang sehat harus mengandung kualitas-kualitas pokok berikut,di antaranya sebagian telah tercakup dalam pembahasan sebelumnya.

  • Suatu pernyataan mengenai tujuan.Dengan mengidentifikasikan tujuan dari rencana akan menyajikan kepada pembacanya alasan untuk tindakan yang diperlukan.Tujuan ini dapat menjawab bagian pertanyaan “ mengapa “.Juga akan menyatakan sasaran.

Tujuan dari rencana strategis mungkin luas dan umum.Tetapi begitu rencana menjadi lebih terperinci,maka demikian juga alasan-alasan untuk tindakan yang diusulkan menjadi lebih spesifik,lebih jelas,dan lebih terperinci.

  • Identifikasi mengenai tindakan yang akan diambil.Jelas tujuan merumuskan rencana adalah untuk mengambil tindakan,dan rencana harus menetapkan jelas tindakan apakah yang perlu diambil.Bila tujuan semakin terperinci,maka tindakan harus juga semakin spesifik atau konkrit-yaitu dari rumusan yang sangat terperinci dalam bagian rencana operasi.
  • Penentuan sumber-daya yang akan dipergunakan.Tugas pokok ari manajemen ialah untuk mempergunakan semua sumber-daya dengan sebaik-baiknya.Sumber-daya dari sebuah perusahaan meliputi tidak hanya dana,tetapi juga manusia,pabrik,dan peralatan,ketrampilan teknis,dan pengetahuan lainnya.Rencana harus menunjukkan sumber-daya apa saja yang diperlukan-dan apakah sumber-sumber itu sudah ada di tangan atau masih harus dibeli,untuk menghindarkan penggunaan yang bertentangan dari sumber-sumber atau penggungaan yang kurang optimal.
  • Identifikasi dari sasaran.Sasaran ( goal ) merumuskan tingkat pencapaian yang diharapkan dari tindakan yang diambil.Dengan kata lain, sasaran menjawab pertanyaan mengenai apa yang akan dihasilkan dari aktivitas.
  • Penetapan jadwal waktu yang tetap dan ketaatan padanya.Kemajuan dalam mencapai sasaran-sasaran harus diukur tidak hanya mengenai tingkat pencapaiannya,tetapi juga mengenai waktunya.
  • Identifikasi dari kondisi-kondisi yang akan dipenuhi atau asumsi-asumsi yang dibuat.Secara umum kondisi-kondisi yang penting yang mendasari rencana harus diberitahukan kepada mereka yang harus memberikan persetujuan terhadap rekomendasi.Jika kondisi-kondisi yang terjadi tidak seperti yang diasumsikan,maka pimpinan yang bertanggungjawab harus sadar akan situasi itu pada checkpoints yang tertentu,sehingga tindakan perbaikan,termasuk perubahan dalam rencana,dapat dilakukan bilamana diperlukan.

PROSES PERENCANAAN

Bagaimanapun juga,langkah-langkah logis yang ditempuh dalam suatu prosedur perencanaan yang formal,dan kurang lebih terpisah,dapat digariskan kemudian.Ini dapat juga menjadi daftar pengecekan terhadap hal-hal yang dipertimbangkan dalam pemikiran yang tidak formal,mengenai rencana perusahaan.Sekali lagi,tujuan dari perencanaan ialah memilih arah tujuan terbaik untuk membawa sebuah perusahaan ke mana seharusnya dituju dan untuk mengurangi resiko dalam membuat keputusan,dengan cara memberikan sebanyak mungkin informasi yang berhubungan.

Ringkasnya,proses perencanaan harus meliputi fungsi-fungsi pokok sebagai berikut :

  • Perumusan masalah,sasaran,dan tugas.Langkah ini dapat mencakup hal-hal penting yang terpisah sebagai berikut :
  1. Perumusan spesifik dari masalahnya.
  2. Identifikasi alasan-alasan dilakukannya penelitian.
  3. Perumusan isi atau karakteristik-karakteristik yang harus tercakup dalam rencana.
  4. Pertimbangan mengenai cara-cara alternative untuk memperoleh pemecahan.
  5. Seleksi cara yang paling praktis untuk memperoleh jawaban,setelah mempertimbangkan semua factor.
  6. Pendaftaran secara terperinci mengenai data yang diperlukan.
  7. Spesifikasi tindakan yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.
  • Pengumpulan informasi
  1. Mendapatkan semua fakta penting yang tersedia.
  2. Identifikasi ketidak-pastian atau bidang-bidang yang tidak ada.
  3. Penyaringan atau pengembangan alternative-alternatif yang layak untuk dipertimbangkan.
  • Evaluasi terhadap berbagai tindakan.Ini meliputi yang berikut :
  1. Penempatan/penyusunan berbagai tindakan dalam bentuk yang dapat diperbandingkan.
  2. Penetapan criteria yang akan dipergunakan dalam mengadakan seleksi.
  3. Pembuatan perbandingan-perbandingan.
  • Keputusan tentang tindakan yang direkomendasikan.Ini meliputi semua elemen  yang telah dikemukakan pada satu atau dua halamansebelum ini.

BEBERAPA CONTOH PROSEDUR

Beberapa bagan arus ( flowchart ) dari proses perencanaan,dan pengendalian yang ada hubungannya,dalam sebuah perusahaan pesawat terbang mungkin berguna dalam menunjukkan urutan langkah-langkah yang praktis

Proses perencanaan secara menyeluruh diilustrasikan dalam gambar 10.3.Langkah-langkah ini dapat diikhtisarkan sebagai berikut :

  • Berdasarkan pada penelitian-penelitian strategis dan informasi lain,dibuatlah suatu taksiran mengenai lingkungan yang mungkin dialami perusahaan selama 10 tahun berikutnya.Ini merupakan sebuah dari input untuk manajemen dalam mengembangkan pedoman-pedoman.
  • Dengan adanya berbagai input,ditetapkanlah pedoman-pedoman strategis;tujuan-tujuan perusahaan ditetapkan,demikian juga sasaran untuk masa perencanaan 10 tahun.
  • Rencana strategis jangka panjang dikembangkan,dalam perusahaan yang disentralisir ini,berdasarkan konsolidasi dari divisi-divisi operasi.Unit-unit operasi ini melakukan perencanaan melalui pertimbangan yang tertatur mengenai factor-faktor,seperti gambar 10.4.Ditinjau dari segi financial,rencana ini dinyatakan dalam laporan keuangan menyeluruh yang dikonsolidasikan,disertai data divisi yang mendukungnya.Laporan keuangan tersebut mencakup komponen-komponen berikut untuk setiap tahun perencanaan :
  1. Laporan taksiran perhitungan rugi/laba
  2. Laporan taksiran sumber dan penggunaan kas
  3. Laporan taksiran posisi keuangan.
  • Mengenai operasi-operasi jangka pendek,suatu rencana tahunan “ terperinci “ ( dua tahun ) disusun,disertai banyak skedul-skedul pendukung yang terperinci.Ini pada dasarnya menyangkut dua tahun pertama dari jangka panjang,tetapi dalam konteks rencana dan metode yang sangat spesifik untuk mencapainya.
  • Bila rencana operasi untuk masa dua tahun telah disetujui oleh manajemen perusahaan dan oleh dewan komisaris atau dewan direksi,maka rencana itu akan berlaku sebagai suatu anggaran ( budget ).Secara triwulan ( atau lebih sering ),hasil-hasil yang sesungguhnya dari masing-masing unit operasi dan hasil secara keseluruhan dibandingkan dengan rencana,ini merupakan suatu alat pengendalian dasar.Tindakan perbaikan diambil bila diperlukan.Jika terlibat program-program utama,prestasi pelaksanaan dapat diteliti kembali per bulan ( atau per minggu,jika sangat kritis ).

FREKUENSI RENCANA

Secara umum dapat dikatakan,bahwa perencanaan merupakan suatu proses yang kontinu/” terus menerus “,dan bahwa bila terjadi perkembangan penting,itu harus dimasukkan sebagai input bagi rencana induk strategis.Mengenai frekuensi dilakukannya pemutakhiran atau revisi formal,banyak perusahaan menemukan bahwa adalah praktis untuk memperbaharui rencana strategis setahun sekali.Sebebarnya ini tidak lain adalah dengan meninggalkan rencana untuk tahun yang baru berlalu,dan menambahkan rencana untuk tahun yang akan datang.Dengan adanya proses revisi ini,maka setiap tahun bila timbul pandangan-pandangan baru mengenai perusahaan atau kesempatan-kesempatan atau ancaman baru,hal ini sebenarnya telah dipelajari dan dimasukkan dalam proses perencanaan dan rencana yang dihasilkan.

Tentunya rencana usaha jangka pendek harus dibuat setiap tahun.Akan tetapi,karena rencana usaha tidak hanya merupakan suatu rencana tetapi juga sebagai alat pengendalian,maka adalah wajar untuk meninjau kembali rencana,jika kejadian-kejadian pokok telah berubah.Akan tetapi,perubahan-perubahan dalam kondisi per-se tidak boleh merupakan dalih/alasan untuk mengadakan revisi terhadap rencana karena kelompok operasional tidak dapat mencapai sasarannya.Dampak dari penyimpangan,dan hasil akhir tahun ( atau akhir periode lain ) yang diharapkan,dapat diidentifikasikan tanpa mengubah rencana,tetapi dengan mengkuantifikasikan hasil akhir untuk tahun berjalan,dan penyimpangan dari anggaran ( rencana ) perusahaan

PEDOMAN-PEDOMAN RENCANA

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya,jantung dari perencanaan yang sehat adalah pemikiran dan komunikasi,apakah untuk rencana strategis ataupun rencana jangka pendek.Pengharapan dan instruksi dari manajemen tertinggi itu perlu,antara lain untuk mengkomunikasikan konsep-konsep yang vital bagi adanya perencanaan yang efektif kepada semua peserta.Usaha seharusnya dilakukan untuk memotovasi pemikiran dan bukan

About these ads