Perencanaan Dan Pengendalian :

Biaya Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Kegiatan Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Penelitian merupakan semua kegiatan atau fungsi – fungsi yang berkaitan, seringkali terjadi didalam laboratorium, untuk menemukan produk baru atau proses baru. Sebaliknya, pengembangan disini di peruntukan bagi segala kegiatan proses baru. Sebaliknya, pengembangan disini di peruntukan bagi segala kegiatan yang mencoba menerapkan pengetahuan yang mencoba menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari penelitian pada bidang komersial.

Walaupun kegiatan – kegiatan R&D biasa dikelompokkan dalam berbagai cara, tetapi yang sering digunakan adalah cara pengelompokkan sebagai berikut :

-          Penelitian Dasar (basic / fundamental research)

-          Penelitian Terapan (Applied Research)

-          Pengembangan

Aspek Manajemen Keuangan Pada R&D

-          Penentuan seluruh jumlah yang akan datang untuk R&D

-          Penilaian keuangan, sejauh yang memungkinkan, atau proyek – proyek yang menelan pengeluaran R&D

-          Penyajian cara pembukuan yang memadai dalam laporan keuangan dan sejalan dengan pedoman pembukuan perusahaan

-          Penyusunan klesifikasi pembukuan yang baik, menurut jenis biaya dan jenis departemen sehingga laporan tentang pengeluaran yang sesungguhnya juga bisa dibuat menurut jenis proyek, jenis departemen dan sebagainya.

-          Perencanaan dan peranggaran biaya secara terperici

Kaitan Strategi Perusahaan Pada R&D

Apabila tujuan perusahaan adalah mengoptimalkan laba sepanjang masa, maka strategi yang dilakukannya memerlukan perencanaan R&D yang berbeda dengan yang diperlukan oleh perusahaan yang bertujuan memaksimumkan laba jangka pendek. Maka rencana R&D seharusnya diolah dan dikembangkan dari tujuan dan sasaran perusahaan. Jika tujuan dan rencana perusahaan seperti itu ternyata tidak ada, maka rencana R&D bisa saja sangat diwarnai oleh minat dan keinginan direktur R&D beserta seluruh ahli yang ada di dalamnya, yang mungkin menjadi minat dan keinginan perusahaan.

Perlakuan Akuntansi Terhadap R&D Dalam Laporan Keuangan

Sebelum mengambil keputusan mengenai perlakuan akuntansi mana yang akan diterpkan pada biaya – biaya R&D, prinsip akuntansi Amerika Serikat ( Financial Accounting Standards Board ) pada tahun  1973 mengajukan empat pilihan metode :

a)      Bebankan semua pengeluaran sebagai biaya dalam tahun yang bersangkutan

b)      Kepitalisasikan semua pengeluaran yang terjadi

c)      Jika keadaan tertentu bisa di penuhi. Kapitalisasikan semua pengeluaran yang terjadi, dan bebankan pegeluaran – pengeluaran yang lain sebagai biaya.

d)      Kumpulkan semua pengeluaran dalam kelompok khusus sampai saat tertentu manfaat baru bisa ditetapkan.

Dengan perkataan lain bisa dikatakan bahwa prinsip akuntansi tersebut sampai pada kesimpulan bahwa semua pengeluaran R&D harus dibebankan sebagai biaya pada saat terjadinya. Perlakuan seperti ini mulai berlaku mulai 1 Januari 1975.

Unsur – Unsur Biaya R&D

Unsur – unsur biaya yang berkaitan dengan kegiatan – kegiatan R&D meliputi biaya – biaya untuk:

a)      Bahan, peralatan dan fasilitas khusus

b)      Personalia

c)      Harta tak berwujud yang dibeli dari pihak lain

d)      Uang jasa kontrak

e)      Biaya – biaya tidak langsung

Merencanakan seluruh Biaya

Dalam menyusun perencanaan keuangan, yang harus dihitung tidak hanya pengeluaran yang langsung untuk proyek saja, tetapi juga pengeluaran – pengeluaran yang tidak langsung, seperti biaya aministrasi. Dengan demikian seluruh biaya yang dimasukkan adalah :

  1. Biaya proyek
  2. Biaya depertemen, menurut unsure – unsure seperti :
    1. Biaya administrasi umum
    2. Biaya administrasi keuangan
    3. Biaya perpustakaan
    4. Biaya – biaya yang diperlukan untuk penelitian

Dalam usaha menilai optimum tidaknya atau maksimum tidaknya biaya untuk sebuah proyek tertentu, berbagai jenis analisis keuangan bisa saja digunakan, walaupun tidak semua jenis sesuai untuk diterapkan. Akan tetapi, karena pada umumnya laba bersih yang diperoleh dari produk atau proses harus menutup biaya penelitian, menutup penanaman modal pada mesin – mesin dan modal kerja dan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang wajar, maka formula yang menghubungkan antara laba dan volume bida digunakan sebagai pedoman.

Formula yang bisa digunakan adalah :

R = 2 (YNS – P – W)

Keterangan :

R          = BIaya penelitian dan pengembangan maksimum untuk proyek

Y          = Jangka waktu (th) pengembalian investasi

N          = Tingkat laba bersih minimum, yang dinyatakan terhadap nilai penjualan (%)

S          = Nilai penjualan per tahun (Rp)

P          = Investasi pada mesin

W         = Investasi pada modal kerja

Pengendalian Biaya Administrasi Dan Finansial

Fungsi – fungsi administrasi

Fungsi administrasi umum berhubungan dengan penetapan kebijaksanaan, perencanaan, pengarahan eksekutif dan pengendalian secara menyeluruh. Kadang – kadang kegiatan admintrasi umum meliputi beberapa fungsi yang tidak persis bersifat administrative, tergantung pada struktur organisasii perusahaan.

Komponen – Komponen Biaya

Beberapa jenis biaya terutama adalah biaya – biaya yang umum dari departemen, dan terhadapnya dapat diterapkan teknik – teknik pengendalian yang normal. Jenis – jenis biaya seperti ini meliputi : gaji dan upah, alat – alat kantor, tunjangan, biaya perjalanan, iuran dan majalah, telepon dan telegram, biaya – biaya pemakaian dan penempatan seperti sewa, depresiasi dan lain – lain.

Fungsi Aministrasi Dalam Hubungannya Dengan Produksi dan Distribusi

Banyak perusahaan perhatian utama adalah mengendalikan biaya produksi dan biaya distribusi, karena menyangkut 2 kegiatan pokok dari perusahaan. Oleh karena itu, dapat dianjurkan agar ke dalam biaya produksi biaya distribusi masing – masing dimasukkan bagiannya dari  biaya administrasi umum. Akan tetapi, administrasi telah menjadi semakin rumit dan mahal, dan dapat dikemukakan bahwa ia merupakan suatu fungsi yang tersendiri dan harus dikendalikan secara terpisah.

Fungsi Controller

Dalam hal pengendalian biaya administrasi umum, fungsi controller tidak selalu sama dengan tugas pengendalian terhadap biaya – biaya lainnya. Controller adalah pengumpul fakta, dan untuk beberapa jenis biaya yang dikendalikan oleh para eksekutuf lini, dia bekerja dengan cara yang sama seperti dalam hal untuk biaya produksi dan biaya distribusi. Jadi, dia perlu memberikan bantuan dalam penyusunan anggaran, membuat laporan periodik mengenai prestasi pelaksanaan, dan memberikan informasi pengendalian untuk memungkinkan mereka yang bertanggung jawabkan mengendalikan biayanya dalam batas – batas anggaran.  Untuk berbagai jenis biaya administrasi umum, controller mempunyai tanggungjawab langsung. Biaya – biaya seperti ini meputi : pajak perseroan, pendapatan lain-lain dan biaya lain-lain, kontribusi-kontribusi atau pajak upah dan asuransi.

Kompensasi untuk para pejabat perusahaan

Kompensasi untuk para pejabat dan direktur meliputi gaji, bonus(jika ada) dan biaya direksi. Oleh karena biaya – biaya ini biasanya ditetapkan oleh dewan direksi atau komisi kompensasi maka tidak banyak masalah pengendaliannya. Controller perlu memastikan bahwa pembayaran telah dilakuan sesuai dengan persetujuan yang ada.

Rencana kompensasi Insentif

Rencana – rencana intensif dapat merupakan alat yang efektif untuk mencapai atau mendorong pengendalian biaya dan kenaikkan laba bersih. Imbalan financial bukan satu-satunya insentif, kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan dengan baik, kepuasan karena dianggap efisien oleh rekan sekerja, kegembiraan karena melebihi prestasi yang lalu atau melebihi berbagai standar lain. Semua ini dengan sendirinya merupakan intensif-intensif yang ada nilainya.

Kontibusi, Iuran dan Uang Langganan

Karena permintaan – permintaan derma kadang – kadang memuncak justru pada saat perusahaan dalam keadaan yang paling buruk, serta si donator dalam keadaan – keadaa yang paling tidak mampun untuk membayar, maka beberapa perusahaan membentuk yayasan. Kontribusi – kontribusi lalu dipercepat selama tahun-tahun yang lebih makmur dan di simpan dalam cadangan untuk pembayaran di kemudian hari. Iuran – iuran dan uang langganan kadang – kadang menunjukkan suatu tendensi yang sama untuk melampaui secara keseluruhan. Karena alasan ini perlu ada suatu catatan sederhana

Biaya Bunga, Pajak Penghasilan

Biaya bunga yang langsung berhubungan dengan dana pinjaman, dikendalikan  dalam batas-batas tertentu melalui pengendalian hutang perusahaan. Pengendali terhadap kewajiban berbunga mempengaruhi pengendalian biaya bunga.

Biaya penasehat hukum dan tenaga professional

Termasuk dalam klasifikasi ini adalah honorarium dan biaya untuk pare advokat/penasehat hokum, akuntan, insiyur, dan ekonom bebas yang diminta jasanya oleh para eksekutif umum. Mungkin jelas pengendalian yang paling sederhana meliputi penetapan suatu anggaran untuk biaya yang diketahui atau yang terjadi berulang – ulang yang dapat di antisipasikan untuk periode anggaran, delengkapi dengan penyesuaian – penyesuaian anggaran untuk setiap proyek tambahan yang dilaksanakan.

Biaya perseroan

Bagi perusahaan yang didirikan dengan bentuk perseroan terbatas ( PT ) terdapat banyak biaya – biaya perseroan yang perlu dilimpahkan pada eksekutif – eksekutif tertentu untuk tujuan – tujuan pengendalian.

Kerugian piutang tak tertagih

Setiap kerugian piutang ragu – ragu dapat dieliminasikan dengan hanya menjual secara kontan atau dengan membatasi penjualan secara kredit hanya kepada perusahaan  yang kuat posisinya. Kebijaksanaan seperti ini akan mendorong transaksi penjualan kepada para pesaing yang bersedia mengambil resiko kredit yang wajar.

Pendapatan lain-lain dan biaya lain – lain

Pada umumnya perusahaan mempunyai berbagai jenis biaya dan pendapatan yang bersifat non-operasional. Pendapatan lain – lain dapat meliputi pendapatan bunga, royalty, pendapatan sewa, dividen yang diterima, dan pendapatan penjualan bahan – bahan sisa. Biaya  lain-lain dapat meliputi kerugian penjualan aktiva tetap dan diskon penjualan.

About these ads